Ada Narkoba Jenis Baru, BNN Lacak Sindikat Pengedar Lewat Perbankan

BNN meluncurkan sistem baru untuk melacak aktivitas perbankan sindikat pengedar narkoba.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 26 Jun 2019 16:45 WIB

Author

Adi Ahdiat

Ada Narkoba Jenis Baru, BNN Lacak Sindikat Pengedar Lewat Perbankan

Gambaran jaringan sindikat narkoba, dipresentasikan Kepala BNN Heru Winarko saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Jakarta, Rabu (26/6/2019). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)

KBR, Jakarta- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko, mengungkapkan ada puluhan narkoba jenis baru yang beredar di Indonesia.

"Berdasarkan data yang diperoleh United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) tahun 2018, pada 2009-2017 telah terdeteksi 803 NPS (new psychoactive substances) yang beredar di dunia yang dilaporkan oleh 111 negara,” ujar Heru dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (26/6/2019).

“Sedangkan 74 jenis NPS di antaranya beredar di Indonesia," tambahnya

Heru menjelaskan, dari 74 jenis yang masuk ke Indonesia, 9 jenis di antaranya belum diatur oleh Kementerian Kesehatan. Narkotika itu juga disebut berasal dari jaringan pengedar nasional dan internasional.


Lacak Sindikat Lewat Perbankan

Untuk melacak sindikat pengedar narkoba, BNN telah meluncurkan sistem electronic Know Your Customer (eKYC).

Sistem eKYC dikabarkan bisa melacak berbagai transaksi perbankan, termasuk aktivitas pencucian uang yang dilakukan sindikat narkoba.

"Saya berpikiran bahwa transaksi narkoba ini bisa juga menggunakan jasa perbankan, sehingga kami kerjasama dengan pengusaha jasa keuangan untuk bekerjasama secara elektrik memiliki data-data yang ada di database BNN," ujar Heru, seperti dikutip Antara (26/6/2019).

Ia mengatakan, hampir semua jasa perbankan telah setuju menggunakan sistem eKYC dari BNN. "Ini bagian dari strategi kita membatasi peredaran narkoba, ini sebagai salah satu solusinya," tambahnya.

Menurut BNN, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2018 sudah turun sekitar 1,7 persen atau sekitar 3 juta orang dari tahun sebelumnya. Namun, BNN juga mencatat ada peningkatan di sejumlah kalangan.

"Ada peningkatan (prevalensi narkoba) mulai anak-anak dan sampai kalangan ASN, dan TNI-Polri," ujar Heru.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Jelang Pelantikan Presiden, Dari Pengamanan Hingga Larangan Demo

20 Tahun Lagi, Lapisan Tanah Subur di Dataran Dieng Diperkirakan Terkikis Habis

Kabar Baru Jam 8

PM Selandia Baru Akan Bersihkan Konten Ekstrimis di Dunia Online