Share This

Tenggelamnya KM Sinar Bangun, Menhub Siapkan Sanksi Jika Ada Pelanggaran

Namun menurut Menhub Budi Karya, fokus tim saat ini adalah mencari korban-korban yang belum ditemukan.

, NASIONAL

Rabu, 20 Jun 2018 08:55 WIB

Personel Basarnas bersiap melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara, Selasa (19/6). (Foto: ANTARA/ Irvan M)

KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengancam bakal menjatuhkan sanksi jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian dalam tenggelamnya Kapal Motor KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Namun kata dia, fokus saat ini adalah mencari korban-korban yang belum ditemukan.

Kapal nahas yang mengangkut puluhan penumpang itu tenggelam pada Senin (18/6/2018) petang. Setelah 24 jam setelah kecelakaan, petugas baru menemukan 19 korban dari total penumpang yang diperkirakan lebih dari 100an orang. Sebanyak 18 penumpang dinyatakan selamat namun 1 orang dinyatakan tewas. Sementara jumlah korban yang hilang untuk sementara ini belum dapat dipastikan, sebab tak terdapat manifes penumpang KM Sinar Bangun.

Menhub Budi telah mengirim petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ke Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018) kemarin untuk menginvestigasi insiden tersebut. Ia mengatakan, laporan yang diterimanya menyebut bahwa kecelakaan diduga disebabkan angin puting beliung dan ombak besar. Kata dia, kemungkinan penumpang panik sehingga kapal tidak stabil dan akhirnya terbalik.

"Karena kan kami tidak tahu, satu kondisi itu apakah tenang apakah ada ombak. Kalau sekarang mungkin tidak ada hujan tidak ada ombak," terangnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/6/2018).

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) bergabung dengan tim Kemenhub untuk mempercepat pencarian korban.

KM Sinar Bangun sedang berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun ketika tenggelam sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (18/6/2018).

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.