Share This

Hari Kesepuluh, Radius Pencarian Korban KM Sinar Bangun Diperluas

Hari ini menjadi waktu pencarian terakhir yang sebelumnya ditetapkan pemerintah, yakni tujuh hari plus tiga hari sejak kapal tenggelam pada 18 Juni 2018.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 27 Jun 2018 11:52 WIB

Personel Basarnas membawa sejumlah barang yang diduga milik penumpang KM Sinar Bangun di posko Pelabuhan Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Senin (25/6). (Foto: ANTARA/ Irsan M)

KBR, Jakarta - Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) memperluas area pencarian korban dan bangkai kapal motor KM Sinar Bangun, di perairan Danau Toba, Sumatra Utara. Kepala Basarnas Muhammad Syaugi mengatakan, radius pelacakan diperluas 50 kilometer dari titik tenggelamnya kapal.

Pada pencarian kali ini tim juga menggunakan pukat harimau untuk mengangkat dua objek yang diduga bangkai kapal motor Sinar Bangun, di kedalaman 490 meter di bawah perairan Danau Toba.

Rabu (27/6/2018) ini merupakan hari kesepuluh tim SAR gabungan melakukan pencarian. Ia menerangkan, tim gabungan Basarnas dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggunakan empat metode untuk melacak korban. Selain menggunakan pukat harimau, tim gabungan tetap mencari korban dengan dua helikopter milik polisi dan Basarnas untuk mengelilingi Danau Toba dari udara, mengerahkan 19 perahu karet guna menyisir permukaan air, serta pelacakan darat dengan berjalan kaki di tepi danau.

"Penggunaan pukat harimau, itu ada dua kapal, yang stand by dua alat pukat harimau. KM Sumut I dan KM Sumut II. Sekarang operasi masih berlangsung sampai nanti pukul 19.00. Ada dari BPBD, dengan alatnya ada, dan orangnya," terang Budiawan kepada KBR, Rabu (27/6/2018).

"Kalau pukat, kan bawa operator delapan orang untuk satu orang, jadi total 16 orang. Jadi ada penambahan orang dan alat," tambahnya.

Baca juga:

Namun begitu, ia belum bisa menjelaskan prinsip kerja pukat harimau untuk mengangkat dua objek yang diduga bangkai KM Sinar Bangun. Hanya saja ia mengatakan, tim SAR Gabungan bakal memotret objek tersebut langsung di bawah air menggunakan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV). 

Hari ini menjadi waktu pencarian terakhir yang sebelumnya ditetapkan pemerintah, yakni tujuh hari plus tiga hari sejak kapal tenggelam pada 18 Juni 2018. Tapi Budiawan belum bisa memastikan apakah waktu pencarian ini akan diperpanjang atau tidak. Sebab hingga Rabu (27/6/2018) siang pencarian masih berlangsung.

Ia berkata, keputusan perpanjangan pencarian akan ditentukan pemerintah pusat, Basarnas dan Kementerian Perhubungan. Adapun data korban yang tercatat dan telah diverifikasi hingga saat ini adalah 21 orang selamat, 3 orang tewas, dan 164 orang dilaporkan masih dalam pencarian.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.