Share This

Golkar Putuskan Usulan Pendamping Jokowi Usai Pilkada

Meski begitu ia melanjutkan, aspirasi dari pimpinan DPD 1 Golkar telah mengurucut pada satu nama.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 01 Jun 2018 19:57 WIB

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) menyapa kader partai ketika menghadiri silaturahmi nasional Partai Golkar di Jakarta, Jumat (1/6). (Foto: ANTARA/ Aprillio A)

KBR, Jakarta - Partai Golkar tengah menggodok nama usulan calon pendamping Joko Widodo untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto usai acara silaturahmi nasional yang dihadiri seluruh pimpinan DPP dan DPD I Partai Golkar.

Airlangga mengku mendengar aspirasi dari seluruh pimpinan DPD Golkar tingkat provinsi terkait pendamping Jokowi. Ia mengatakan, seluruh kader menginginkan pendamping Jokowi berasal dari partai Golkar.

"Dalam pembahasan banyak juga usulan terkait dengan posisi calon dari partai Golkar ataupun pilihan-pilihan untuk mendampingi Bapak Presiden," kata Airlangga di Kantor DPD I Partai Golkar DKI Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Kata Airlangga, sosok pendamping Jokowi dari Partai Golkar diputuskan usai kontestasi politik Pilkada serentak 2018. "Tadi disampaikan Partai Golkar tetap memperjuangkan hal tersebut pasca Pemilukada nanti," kata dia.

Meski begitu ia melanjutkan, aspirasi dari pimpinan DPD 1 Golkar telah mengurucut pada satu nama. Hanya saja Airlangga enggan mengonfirmasi jika sosok yang dimaksud itu adalah dirinya. 

"Aspirasinya relatif bulat," katanya singkat.

Sementara menurut Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, dorongan agar Airlangga maju mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 sangat kuat. Namun kata dia, Airlangga tak ingin mendahului keputusan Jokowi serta partai koalisi pendukung terkait posisi bakal calon wakil presiden tersebut.

"Bahwa pertama penentuan Wakil Presiden itu hak prerogatif Presiden, dan kedua juga beliau tidak ingin mendahului. Karena ini harus dibicarakan antar-ketua umum koalisi yang mendukung Jokowi," ujar Lodewijk.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.