Angkutan Umum Kembali Beroperasi? Dishub: Belum Ada Keputusan Formal

"Kita siap melaksanakan seperti yang diarahkan Gugus Tugas Covid-19 maupun Pak Menhub. Tapi kita masih menunggu aturan pelaksanaannya seperti apa, supaya di lapangan itu tidak simpang siur nanti."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 08 Mei 2020 21:13 WIB

Author

Adi Ahdiat, Wahyu Setiawan

Angkutan Umum Kembali Beroperasi? Dishub: Belum Ada Keputusan Formal

Terminal Purabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, sepi meski Menhub bilang angkutan sudah bisa kembali beroperasi, Kamis (7/5/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sempat berujar di media massa bahwa semua moda angkutan darat, laut, dan udara bisa kembali beroperasi mulai Kamis, 7 Mei 2020.

Namun, Kepala Seksi Angkutan Orang Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Surakarta Taufiq Muhammad menyatakan sampai Jumat (8/5/2020) belum ada salinan formal dari keputusan Menhub tersebut.

"Meski demikian, jika benar diberlakukan, maka protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat," kata Taufiq kepada Antara, Jumat (8/5/2020).


Belum Ada Petunjuk Resmi

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Terminal Kalideres Jakarta Revi Zulkarnaen. 

Revi menyatakan sampai Jumat (8/5/2020) pihaknya belum menerima petunjuk resmi tentang pengoperasian kembali angkutan umum di tengah PSBB pandemi Covid-19.

"Kita di lapangan itu kan harus ada petunjuknya. Jadi harus seperti apa persyaratan busnya, misalnya busnya harus pakai stiker, kemudian penumpang yang diperbolehkan itu seperti apa, terus syarat apa yang harus dia bawa. Karena sampai saat ini kita belum mendapat aturan teknis tentang tata cara nanti untuk pelayanan itu," kata Revi kepada KBR, Jumat (8/5/2020).

"Sampai saat ini kita masih mengacu ke Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang larangan mudik," ujar Revi.

"Jadi kita siap melaksanakan seperti yang diarahkan Gugus Tugas Covid-19 maupun Pak Menhub. Tapi kita masih menunggu aturan pelaksanaannya seperti apa, supaya di lapangan itu tidak simpang siur nanti," tukasnya lagi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Strategi Pembiayaan Lingkungan Hidup

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17