Tembagapura Jadi Wilayah Perang, Ada Kasus Dugaan TNI Salah Tembak

"Saya mohon maaf atas situasi yang terjadi. Tetapi untuk menyatakan itu benar atau salah nanti kita (akan ketahui) dari hasil investigasi," kata Pangdam Cenderawasih Herman Asaribab.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Jumat, 17 Apr 2020 16:23 WIB

Author

Arjuna Pademme, Adi Ahdiat

Tembagapura Jadi Wilayah Perang, Ada Kasus Dugaan TNI Salah Tembak

Distrik Tembagapura, Papua, kawasan penunjang aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia. (Foto: Wikimedia Commons)

KBR, Jayapura - Sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika, Papua, sudah menjadi wilayah perang. Hal ini diungkapkan Kapolda Papua Paulus Waterpauw.

"Sesungguhnya memang sebenarnya bahwa kelompok dari yang berhadapan dengan kita, dari kelompok kriminal bersenjata itu kan sudah menyampaikan wilayah perang. Wilayah perang itu adalah Tembagapura sampai ke areal Kota Timika," kata Paulus Waterpauw, Jumat (17/4/2020).

Rincian wilayahnya adalah Distrik Tembagapura, Distrik Kuala Kencana, dan daerah di pinggiran Kota Timika. Wilayah-wilayah itu diduga merupakan sumber pasokan bahan makanan kelompok bersenjata.

Kelompok bersenjata juga dilaporkan sering melakukan penembakan terhadap aparat keamanan atau warga sipil yang melintas di wilayah tersebut.

Menurut Kapolda Papua Paulus Waterpauw, sejak beberapa waktu lalu tokoh masyarakat dan kepala suku di Kabupaten Mimika telah mengingatkan warga setempat agar tidak memasuki wilayah perang.

Ia pun menegaskan hingga kini aparat keamanan gabungan TNI-Polri terus melakukan upaya penindakan hukum terhadap kelompok bersenjata di sana.

Tim gabungan TNI Polri menyatakan sudah melumpuhkan satu orang berinisial PK, yang diduga merupakan pelaku penembakan karyawan PT Freeport Indonesia bulan lalu (30/3/2020).


Ada Kasus Dugaan Salah Tembak

Selain penembakan karyawan PT Freeport, ada pula kasus dugaan salah tembak yang dilakukan anggota TNI, yang sudah menewaskan dua pemuda di Mimika yakni Eden Armando Debari (20 tahun) dan Ronny Wandik (23 tahun).

Peristiwa itu terjadi di Mile 34 yang termasuk area PT Freeport Indonesia pada Senin malam (13/4/2020).

Penembakan dilakukan oleh anggota TNI Satgas YR 712 dan YR 900 yang ketika itu melakukan operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata.

Kedua korban yang ketika itu sedang mencari ikan di kali sekitar lokasi kejadian, disangka merupakan bagian dari kelompok kriminal bersenjata.

Pangdam XVII/Cenderawasih Herman Asaribab menyatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk menyelidiki kejadian sebenarnya.

"Saya mohon maaf atas situasi yang terjadi. Tetapi untuk menyatakan itu benar atau salah nanti kita (akan ketahui) dari hasil investigasi. Dari hasil investigasi itu akan ada penyidikan sampai dengan pemeriksaan secara hukum. Jadi untuk memutuskan benar atau salah, hukum yang menyatakan itu," kata Pangdam Herman.

Pangdam Herman mengaku sudah menyampaikan duka cita secara langsung kepada keluarga kedua korban, saat melihat jenazah para korban di RSUD Mimika bersama Kapolda Papua, Selasa (14/4/2020).

Ia juga menyatakan Kodam XVII/Cenderawasih memiliki itikad untuk mengusut penembakan tersebut, dan membuka hasil penyelidikannya kepada publik.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7