Kementan: Beras Nasional Surplus Jutaan Ton sampai Juni 2020

"Kondisi dari panen ini pasokan cukup, namun distribusi belum merata."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Apr 2020 15:20 WIB

Author

Adi Ahdiat

Kementan: Beras Nasional Surplus Jutaan Ton sampai Juni 2020

Petani di Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, memanen padi di tengah pandemi Covid-19, Selasa (13/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan neraca beras nasional surplus jutaan ton sampai Juni 2020.

Menurut Kementan, total stok beras nasional untuk periode April-Juni 2020 ada sekitar 14 juta ton dengan rincian:

  • Stok akhir Maret 2020: 3,45 juta ton
  • Panen April-Juni 2020: 10,56 juta ton

Persediaan itu melebihi kebutuhan konsumsi beras nasional periode April-Juni 2020 yang totalnya sekitar 7,61 juta ton atau rata-rata 2,5 juta ton per bulan.

Artinya, sampai beberapa bulan ke depan Indonesia memiliki surplus beras sekitar 6,4 juta ton.

Laporan Kementan ini sejalan dengan laporan Food and Agriculture Organization (FAO), yang menilai Indonesia tidak berisiko kekurangan pangan selama periode April-Juni 2020.


Berita Terkait: FAO: Ini Negara yang Rawan Krisis Pangan di Tengah Pandemi


Distribusi Belum Merata

Meski stoknya banyak, beras nasional belum terdistribusi dengan baik. Hal ini diakui Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi.

"Kondisi dari panen ini pasokan cukup, namun distribusi belum merata, terlihat dari provinsi-provinsi yang terjadi defisit, ini memang kurang," kata Suwandi dalam rapat daring bersama DPR, seperti dikutip Antara, Rabu (29/4/2020).

Suwandi mengungkapkan saat ini ada tujuh provinsi yang defisit beras yakni:

  1. Kepulauan Riau
  2. Bangka Belitung
  3. Kalimantan Utara
  4. Maluku
  5. Maluku Utara
  6. Papua Barat
  7. Papua

Ia pun berjanji akan mendistribusikan stok beras nasional ke daerah-daerah tersebut.

"Stok beras di April (sisa Maret 2020) yang tersebar nasional 3,5 juta ton ini bisa memasok ke daerah-daerah merah atau yang mengalami defisit," kata Suwandi. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste