Jika Covid-19 Menyebar ke Desa, Pasokan Pangan Bisa Terganggu

"Seiring waktu pekerja di sektor pertanian juga bisa terdampak (Covid-19), terutama jika virus menyebar luas ke daerah perdesaan," kata ILO.

BERITA | INTERNASIONAL

Rabu, 08 Apr 2020 13:32 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jika Covid-19 Menyebar ke Desa, Pasokan Pangan Bisa Terganggu

Ilustrasi: Pekerja tani memanen padi dengan mesin di Bulak Jabung, Sleman, Yogyakarta, Rabu (1/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Sepanjang kuartal pertama 2020 pandemi Covid-19 belum menimbulkan dampak berarti bagi usaha pertanian di Indonesia.

Namun, bukan berarti sektor pertanian bebas dari risiko. Mengingat penyebaran virus yang kian meluas, pekerja pertanian bisa saja tertular hingga produksi pangan ikut terganggu.

Risiko itu diutarakan International Labour Organization (ILO) dalam laporan Covid-19 and The World of Work yang dirilis Selasa (7/4/2020).

"Risiko kerawanan pangan muncul seiring dengan meluasnya tindakan isolasi, termasuk penutupan wilayah," tulis ILO dalam laporannya.

"Seiring waktu pekerja di sektor pertanian juga bisa terdampak (Covid-19), terutama jika virus menyebar luas ke daerah perdesaan," lanjut mereka.


Wabah Ebola Ganggu Pertanian

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), kasus semacam ini pernah terjadi di kawasan Afrika Barat ketika mereka dilanda wabah virus Ebola.

"Wabah Ebola di Afrika Barat tahun 2014 mengganggu rantai pasokan produk pertanian. Banyak petani tidak bisa menanam atau menjual hasil tani mereka," ungkap FAO di situs resminya.

"(Wabah Ebola) ini, ditambah dengan masalah kurangnya pekerja pertanian, berdampak pada terganggunya produksi pangan," lanjut mereka.

Belajar dari kasus tersebut, FAO menegaskan harus ada upaya memastikan keberlanjutan pertanian dan melindungi mata pencaharian warga desa di tengah pandemi Covid-19.

"Berikan benih, peralatan, pakan ternak, dan dukungan lainnya untuk petani kecil dan peternak, sehingga mereka bisa terus memproduksi makanan untuk keluarganya dan masyarakat," kata FAO di situs resminya.

"Kasus baru (Covid-19) dilaporkan muncul setiap hari di berbagai negara. Memahami dampak penyakit ini terhadap ketahanan pangan adalah prioritas utama, supaya kita bisa membuat strategi dan respons cepat untuk memenuhi kebutuhan," tegas FAO.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Bersiap Gelar Liga 1 dan IBL di Tengah Pandemi