Bagikan:

Pandemi, 195 Warga Semarang Positif Covid-19 Pasca-Vaksinasi

"Yang terkonfirmasi positif setelah vaksin pertama ada 160 orang atau 0,17 persen kemudian setelah vaksin kedua itu belum ada 28 hari (ada) 35 orang. "

BERITA | RAGAM | NUSANTARA

Kamis, 18 Mar 2021 08:55 WIB

Author

Anindya Putri

 Pandemi,   195 Warga Semarang Positif Covid-19 Pasca-Vaksinasi

Ilustrasi: Presiden Jokowi pantau vaksinasi covid-19 tokoh lintas agama di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Rabu (10/3). (Antara/Aji Styawan)

KBR, Semarang-   Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jawa Tengah mencatat sebanyak 195 orang positif Covid-19 pasca-menjalani vaksinasi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengungkapkan sebagian besar warga yang positif covid-19 pasca-vaksinasi yakni tenaga kesehatan.

"Yang terkonfirmasi positif setelah vaksin pertama ada 160 orang atau 0,17 persen kemudian setelah vaksin kedua itu belum ada 28 hari (ada) 35 orang. Yang terpapar ada dari ASN, Nakes dan lainnya swasta." Ungkap Hakam di Semarang, Rabu (17/03/21).

Menurut Hakam, hingga saat ini tenaga kesehatan masih rentan tertular covid-19 meski telah menjalani vaksinasi lantaran masih bersinggungan dengan pasien covid-19.

"Nakes beresiko tinggi tinggi tertular meski sudah vaksin," jelasnya.

Ia menambahkan, selain tenaga kesehatan juga terdapat ASN yang terkonfirmasi covid-19 tanpa gejala. Dari 195 warga hanya 4 orang yang mengalami gejala serta saat menjalani isolasi di RSUD dan Rumah Dinas Walikota.

"Hanya 4 orang yang ada gejala dan itu tidak masuk ICU," katanya.

Hakam meminta kepada masyarakat untuk tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan meski telah menjalani vaksinasi.

"Tetap terapkan protokol kesehatan karena itu penting," imbuhnya.

Dari data yang dihimpun KBR total warga Semarang yang telah menjalani vaksinasi tahap pertama yakni 94 ribu orang dengan mayoritas tenaga kesehatan dan tahap kedua 37 ribu orang yang terdiri dari pelayan publik dan lansia.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin   menekankan   vaksinasi tidak bisa mencegah seseorang tertular Covid-19. Menurutnya, vaksin hanya bisa menjaga seseorang tidak semakin parah jika tertular.

"Apakah masih bisa tertular? Masih bapak ibu. Cuma karena kita antibodi imunitasnya sudah baik, kalau virusnya masuk, dibunuhnya cepat. Tapi masih bisa kena? Masih. Sekali lagi, kita nggak tiba-tiba jadi Superman yang semua virus nggak bisa masuk ke kita, termasuk Covid-19. Tapi dengan adanya imunitas hasil vaksinasi ini, mudah-mudahan kalau kita terkena, virusnya lebih cepat hilangnya, lebih cepat matinya, kita tidak perlu masuk ke rumah sakit, kalau pun masuk rumah sakit tidak usah dirawat sampai parah," kata Menkes usai mendampingi Wapres menerima suntikan vaksin dosis kedua di Rumah Dinas Wapres, Rabu (17/3/2021).

Berdasarkan data di Kementerian Kesehatan hingga Rabu (18/03), sudah 4.705.248 orang yang telah divaksin. Dari jumlah itu sebanyak 1.876.140 telah menerima suntikan dosis kedua vaksin covid-19.

Sementara data kasus hingga Rabu (18/03), terkonfirmasi positif Covid-19   bertambah 6.826 kasus baru. Total kasus positif Covid-19 di tanah air 1.437.283 kasus dengan total kesembuhan 1.266.675 kasus dan kematian mencapai 38.8915 orang.

Editor: Rony Sitanggang

Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Bedah Prospek Emiten Energi dan EBT

Google Podcasts Ditutup Tahun Depan

Kabar Baru Jam 7

30 Provinsi Kekurangan Dokter Spesialis

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending