7 Pasien Corona Baru 'Kasus Impor', Kebanyakan dari Asia Tenggara

“Tujuh pasien tersebut dalam kondisi baik, rata-rata nampak sakit ringan, kecuali pasien 29 dan 30 sakit sedang, dan semua imported case.”

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Mar 2020 19:19 WIB

Author

Dwi Reinjani, Adi Ahdiat

7 Pasien Corona Baru 'Kasus Impor', Kebanyakan dari Asia Tenggara

Jubir Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan pada Rabu (11/3/2020) ada 7 pasien baru yang dinyatakan positif terinfeksi.

Dengan demikian, total sudah ada 34 kasus Covid-19 di Indonesia, 2 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 1 orang meninggal.

Yurianto menyatakan 7 pasien Covid-19 baru ini adalah WNI, namun tergolong imported case atau tertular di luar negeri. Profil umum mereka adalah:

  • Pasien 28: laki-laki, 37 tahun, imported case
  • Pasien 29: laki-laki, 51 tahun, imported case
  • Pasien 30: laki-laki, 84 tahun, imported case
  • Pasien 31: perempuan, 48 tahun, imported case
  • Pasien 32: laki-laki, 45 tahun, imported case
  • Pasien 33: laki-laki, 29 tahun, imported case
  • Pasien 34: laki-laki, 42 tahun, imported case

“Tujuh pasien tersebut dalam kondisi baik, rata-rata nampak sakit ringan, kecuali pasien 29 dan 30 sakit sedang, dan semua imported case,” kata Yurianto dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Yurianto menegaskan pemerintah masih melakukan penelusuran kontak dari 7 pasien baru ini, karena mereka sempat berkomunikasi dan bertemu banyak orang sebelum dinyatakan positif Covid-19.

Menurut dia 7 pasien baru ini sempat berlibur, berbisnis, ataupun mengunjungi kerabat mereka di luar negeri. Ia tak merinci negara-negaranya, tapi membenarkan bahwa mayoritas baru pulang dari kawasan Asia Tenggara.

“Iya, dari situ-situ aja (Asia Tenggara). (Ada yang dari Cina?) Nggak, nggak ada,” kata Yuri.

Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Selandia Baru Catat Penurunan Signifikan Penambahan Orang Terinfeksi Corona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan