Survei: 32 Persen Tak Puas Kinerja Jokowi

"Kemudian kenapa tidak puas, lapangan pekerjaan masih terbatas, kebijakannya menguntungkan pihak tertentu, dianggap boneka PDIP,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 22 Mar 2017 15:09 WIB

Author

Ade Irmansyah

Survei: 32 Persen Tak Puas Kinerja Jokowi

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat. (Foto: Setkab)


KBR, Jakarta- Survei Lembaga  Indo Barometer menunjukkan 66,4 persen masyarakat Indonesia mengaku puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo dalam waktu dua setengah tahun terakhir. Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari mengatakan,     yang dianggap   memuaskan di antaranya  pembangunan yang meningkat, pelayanan pendidikan lebih baik, infrastruktur jalan lebih baik, kestabilan harga di daerah terpencil, kebijakan tol laut, pemberantasan korupsi, dan eksekusi mati pengedar narkoba.

Kata dia, 32 persen menyatakan tidak puas dan 1,6 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

"Apa alasan kepuasan terhadap Jokowi, pertama mendengarkan suara rakyat. Kemudian KIS (Kartu Indonesia Sehat), KIP (Kartu Indonesia Pintar), dan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) terealisasi. Kemudian perubahan nyata, lalu jaminan kesehatan lebih baik, lalu kinerja bagus, pembangunan jalan dan bangunan nyata dan seterusnya," ujarnya kepada wartawan di Kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (22/03). 

Qodari melanjutkan, "kemudian kenapa tidak puas, lapangan pekerjaan masih terbatas, kebijakannya menguntungkan pihak tertentu, dianggap boneka PDIP, belum bisa mengatasi masalah ekonomi, harga kebutuhan mahal, masih banyak korupsi dan seterusnya."

Meski demikian kata dia, hasil survei juga melaporkan ada lima permasalahan yang dianggap bisa mengganjal Pemerintahan Jokowi apabila tidak segera diselesaikan.

Kelima permasalahan itu ialah, masalah perekonomian rakyat dengan persentase 16 persen, persoalan harga kebutuhan pokok yang mahal mencapai 14,6 persen, masalah SARA sebesar 8,3 persen, sulitnya lapangan kerja 6,3 persen, dan stabilitas politik 6 persen.

Menurutnya apabila dalam 6 bulan mendatang atau seusai Pilkada, isu mengenai SARA masih tinggi angkanya, maka ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintahan Presiden Jokowi.

"Dalam survei Indo Barometer satu tahun lalu pada bulan Oktober isu SARA ini belum muncul, saya tidak tahu apakah ini berkaitan dengan Pilkada Jakarta atau tidak. Mudah-mudahan ini isu sesaat saja, begitu selesai Pilkada berakhirnya isu ini. Tetapi kalau survei 6 bulan lagi isu ini masih ada, mungkin kita punya pekerjaan rumah soal isu SARA ini," ucapnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pertanyaan yang dilontarkan, mayoritas responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi menyatakan akan kembali memilih Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Sementara yang tidak puas menyatakan akan memilih Prabowo Subianto.

"Tingkat keyakinan publik terhadap kemampuan Presiden Joko Widodo dalam memimpin Indonesia ke depan yang lebih baik sebesar 69,2 persen, publik yang merasa tidak yakin sebesar 27,0 persen, dan yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 3,7 persen," tambahnya.

Survei Indo Barometer dilakukan di 34 Provinsi pada   4 hingga 14 Maret 2017 dengan jumlah responden 1.200 orang dengan margin error sebesar  3  persen.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8