Menteri Pertanian Minta Petani Beralih Transaksi dari Tengkulak ke Bulog

Amran mengatakan jika petani langsung menjual gabah ke Bulog, petani bisa meminimalkan kehilangan dana setidaknya Rp500 per kilogram.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 10 Mar 2017 20:11 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Menteri Pertanian Minta Petani Beralih Transaksi dari Tengkulak ke Bulog

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengikuti panen raya menggunakan mesin otomatis di Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017). (Foto: Muh Ridlo/KBR)


KBR, Cilacap – Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta petani menjual gabah langsung ke Badan Urusan Logistik (Bulog). Dengan sistem penjualan seperti itu, diharapkan bisa memutus mata rantai tengkulak yang selama ini amat merugikan petani.

Permintaan itu disampaikan Menteri Amran Sulaiman usai menghadiri acara "Tanam, Panen dan Serap Gabah" di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017).

Amran mengatakan jika petani langsung menjual gabah ke Bulog, petani bisa meminimalkan kehilangan dana setidaknya Rp500 per kilogram. Itu tidak lepas dari kemampuan Bulog yang bisa membeli Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp3700 per kilogram.

Sedangkan jika petani berhubungan dengan tengkulak, petani hanya bisa menjual dengan harga maksimal Rp3200 per kilogram. Padahal, seringkali gabah petani hanya dibeli dengan harga Rp2900 per kilogram oleh tengkulak. Artinya, dalam setiap ton Gabah Kering Panen (GKP), petani bisa mendapat untung harga setidaknya Rp500 ribu.

"Petani, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat, kami minta untuk menjual gabahnya langsung ke Bulog, dengan harga minimal Rp3700. Yang dulunya harganya Rp2900, Rp3100 hingga Rp3400, sekarang kita beli dengan harga Rp3700 per kilogram. Jangan sampai petani merugi," kata Amran Sulaiman di Cilacap, Jumat (10/3/2017).

Baca juga:


Terkait keluhan sejumlah petani karet yang harganya jatuh, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan kementerian sudah mengambil sikap dengan program migrasi perkebunan karet rakyat menjadi kebun jagung. Kementerian Pertanian menyediakan benih untuk kebun jagung seluas 1 juta hektar untuk program tersebut.

Soal harga karet yang amat rendah, Amran menjelaskan harga karet dunia saat ini memang tengah turun. Itu tidak lepas dari turunnya kebutuhan karet alami dan beralih ke karet sintetis. Sementara, kata dia, perkebunan di berbagai negara luasannya meningkat.

Salah seorang petani, Juhana mengeluhkan harga karet yang jatuh hingga Rp4000 per kilogram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp13 ribu. Penurunan ini sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Akibatnya, banyak petani yang terpaksa mengganti kebun karet dengan tanaman lainnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945