Eks Kombatan GAM Datangi Polda Aceh, Laporkan Sandiaga dan Dahnil

"Karena dua-duanya berbicara bahwa eks-kombatan menggunakan lahan Prabowo. Faktanya itu tidak benar."

BERITA | NASIONAL

Senin, 25 Feb 2019 19:28 WIB

Author

Alfath Asmunda

Eks Kombatan GAM Datangi Polda Aceh, Laporkan Sandiaga dan Dahnil

Eks kombatan GAM mendatangi Mapolda Aceh di Banda Aceh, Senin (25/2/2019). Mereka melaporkan Sandiaga Uno dan Dahnil Anzar atas tuduhan fitnah pengelolaan lahan Prabowo. (Foto: KBR/Alfath Asmunda)

Banda Aceh, KBR - Belasan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Linge, Aceh Tengah dan Bener Meriah mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Aceh di Banda Aceh.

Mereka melaporkan calon wakil presiden Sandiaga Uno dan Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandi, Dahnil A. Simanjuntak.

Para eks kombatan GAM itu mengatasnamakan 'Koalisi Eks Kombatan Aceh Bersatu'.

Mereka menyerahkan laporan terkait pernyataan Sandiaga dan Dahnil Anzar di media sosial beberapa waktu lalu yang menyebut lahan yang dikelola Prabowo Subianto di Aceh Tengah dan Bener Meriah dimanfaatkan oleh eks kombatan GAM.

"Yang kami laporkan itu targetnya ada dua yaitu Dahnil Anzar Simanjuntak dan Sandiaga Uno sendiri. Karena dua-duanya berbicara bahwa eks-kombatan menggunakan lahan Prabowo. Faktanya itu tidak benar," kata Kuasa hukum Koalisi Eks Kombatan, Muhammad Reza Maulana di Mapolda Aceh, Senin (25/2/2019).

Pernyataan tersebut, kata Reza, mencemarkan nama baik para eks kombatan GAM, terutama wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Padahal, mereka mengklaim sama sekali tak pernah memanfaatkan lahan Prabowo tersebut.

"Kami ingin mengklarifikasi dan menempuh jalur hukum supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari," kata Reza.

Salah satu anggota Koalisi Eks Kombatan Aceh Bersatu, Joni Suryawan mengatakan setelah polemik ini menyeruak ke publik, para eks kombatan merasa dirugikan.

"Apa yang mereka sampaikan itu tidak pernah kami terima. Itu adalah fitnah dan hoaks," kata Joni.

Joni mengklaim laporan yang dibuat itu tidak ada sangkut pautnya dengan Pilpres. Hal tersebut dilakukan sebagai pelajaran kepada siapapun dan apapun jabatan mereka, serta apapun cita-citanya, agar tak mengkambing hitamkan eks-kombatan GAM dengan cara-cara yang tidak terpuji.

"Nggak ada urusan dengan politik. Kalau mereka mau berpolitik silakan, tapi jangan korbankan kami," tegasnya.

Wakapolda Aceh Supriyanto Tarah yang sempat bertemu belasan anggota eks-GAM itu menyebutkan, pelaporan itu sebagai hal yang biasa. Ia mengatakan para eks kombatan itu punya hak melaporkan karena diduga ada permasalahan di daerahnya.

"Pelaporan ini kan berkaitan dengan yang sudah viral masalah lahan itu. Tadi ada sebelas orang yang datang," sebutnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 08

Kabar Baru Jam 07

Kabar Baru Jam 20