Kasus Suap PAW, KPK Periksa Sekjen PDI Perjuangan

"Kami memanggil saksi dari komisioner KPU ada dua orang, Bu Evi dan Pak Hasyim. Kemudian juga dari DPP PDIP"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Jan 2020 12:20 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kasus Suap PAW, KPK Periksa Sekjen PDI Perjuangan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat konpers pembentukan tim kasus suap KPU, Rabu (15/1). (Antara/Dhemas)

KBR, Jakarta-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto dalam kasus pergantian antar waktu anggota DPR RI. Hasto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka swasta Saeful Bahri.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, tidak dapat mempublikasikan materi perkara kepada publik karena bagian dari penanganan perkara. Selain Hasto, KPK juga memeriksa dua Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari dan Evi Novida. Serta tiga staf DPP PDIP.

"Hari ini benar bahwa penyidik KPK memanggil para saksi terkait dengan melengkapi berkas perkara. Perkara yang sudah diketahui empat tersangka ya hari ini kami memanggil saksi dari komisioner KPU ada dua  orang, Bu Evi dan Pak Hasyim.  Kemudian juga dari DPP PDIP ada Pak Hasto Kristiyanto dan ada tiga staf dari DPP PDIP untuk sementara hari ini memang sudah ada 4 orang yang ada," ucap Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Sebelum pemeriksaan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan  siap memberikan keterangan kepada penyidik KPK. Ia menjelaskan akan memberi keterangan terkait perkara yang melibatkan eks-Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Ia bungkam Saat ditanya lebih jauh terkait kasus ini. Kata Hasto, dirinya akan memberikan keterangan pers setelah pemeriksaan terkait kasus ini.

Kasus dugaan suap penetapan anggota DPR RI menyeret empat orang sebagai tersangka, yaitu komisioner KPU Wahyu Setiawan, orang kepercayaan Wahyu Agustiani Tio Fridelina, Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bernama Saeful, dan Caleg PDIP Harun Masiku.

Wahyu diduga menerima uang sebesar Rp400 juta dari total permintaannya sebesar Rp900 juta. Wahyu diminta Harun untuk menetapkan dirinya sebagai anggota DPR RI menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal. Padahal putusan pleno komisioner KPU sesuai Undang-undang, pergantian seharusnya diisi oleh kandidat suara terbanyak berikutnya yaitu Riezky Aprilia.


Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi