Greenpeace Protes Tongkang Batu Bara Rusak Terumbu Karang Karimunjawa

"Aturannya kan sudah jelas, kapal tongkang tidak boleh masuk ke dalam zona konservasi Taman Nasioanal Karimunjawa."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 14 Jan 2020 21:47 WIB

Author

Anindya Putri

Greenpeace Protes Tongkang Batu Bara Rusak Terumbu Karang Karimunjawa

Warga menyaksikan kapal tongkang batu bara di perairan Karimunjawa Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/12/2019). (Foto: ANTARA/Aji Styawan)

KBR,Semarang - LSM Lingkungan Greenpeace Indonesia memprotes keras tongkang batubara yang kembali masuk di wilayah konservasi Taman Nasional Karimunjawa.

Tongkang-tongkang itu merusak terumbu karang.

Aktivis Greenpeace Indonesia Dinar Bayu mendesak pemerintah menindak tegas pemilik tongkang yang terbukti merusak terumbu karang dan merugikan nelayan di sekitar Karimunjawa.

"Aturannya kan sudah jelas, kapal tongkang tidak boleh masuk ke dalam zona konservasi Taman Nasioanal Karimunjawa. Jadi harus ada sanksi tegas mencabut izin pelayaran tongkang, jika mereka kembali masuk lagi di perairan Karimunjawa," kata Dinar kepada KBR di Semarang, Selasa (14/1/2020).

Dinar mengatakan, area parkir tongkang menempati wilayah konservasi terumbu karang yang juga merupakan wilayah tangkap nelayan lokal.

Ia mengingatkan tidak seharusnya wilayah perairan Karimunjawa menjadi lintasan atau bersandarnya Tongkang batu bara.

Menurut Dinar masuknya tongkang batu bara di zona konservasi merupakan bukti tidak tegasnya instansi pemerintah dalam memberikan sanksi kepada pemilik tongkang.

Ia juga menilai kasus itu memperlihatkan buruknya monitoring dan eksekusi dari dinas pemerintah terkait.

"Itu sudah melanggar aturan. Pemerintah sudah lalai," ucapnya.

Sebelumnya warga Karimunjawa mengeluhkan adanya tongkang yang  bersandar di wilayah konservasi terumbu karang pada Minggu (12/1/2020).

Namun hingga saat ini belum ada tindakan dari Balai Taman Nasional Karimunjawa untuk mengusir.

Sebulan sebelumnya, pada 9 Desember 2019, warga juga memergoki kapal tongkang pengangkut batu bara berlabuh di wilayah perairan Zona Konservasi Taman Nasional Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Hilary Duff Positif Covid-19 Saat Hamil

Eps11. Musuh Gambut: Api

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pro Kontra Pembukaan Kembali Sekolah