Erick Jamin Asabri Tidak Akan Dilikuidasi

Erick mengatakan paham betul kerugian yang terjadi di PT Asabri yaitu karena kesalahan langkah dalam melakukan investasi.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 15 Jan 2020 21:17 WIB

Author

Dwi Reinjani

Erick Jamin Asabri Tidak Akan Dilikuidasi

Menteri BUMN Erick Thohir berbicara di hadapan peserta MilenialFest 2019 di Jakarta, Sabtu (14/12/2019). (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

KBR, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meskipun dilanda dugaan kasus korupsi yang merugikan negara hingga sedikitnya Rp10 triliun, tapi kondisi finansial PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) aman. 

Menurut Erick, aset-aset milik Asabri masih bernilai tinggi, sehingga tidak mungkin tersapu badai likuidasi.

“Enggak, likuiditas dijamin Asabri aman (karena dapat jaminan pemerintah?) enggak bukan karena cash flow-nya asetnya masih bagus, berbeda dengan (PT Asuransi) Jiwasraya yang sudah mengalami kerugian ya gitu,” ujar Erick Thohir usai menghadiri rapat terbatas di kantor presiden, Rabu (15/1/2020).

Erick mengatakan paham betul kerugian yang terjadi di PT Asabri yaitu karena kesalahan langkah dalam melakukan investasi. Beberapa saham yang dimiliki anjlok sehingga terjadi kerugian yang besar. Namun begitu, ia masih menunggu hasil dari pemeriksaan dan penyelidikan dari pihak berwajib.

Dilanjutkan Erick, masalah yang menimpa PT Asabri dan juga PT Jiwasraya karena korporasi tidak menerapkan mental Good Corporate Governance (GCG). Akibatnya, perusahaan dan pimpinan perusahaan yang tidak menerapkan GCG tersebut pasti akan mudah terkena masalah.

“Sama kalau kita simpulkan kejadian PT Garuda Indonesia, PT Jiwasraya lalu sekarang PT Asabri. Ujung-ujungnya apa? GCG kan. Makanya kita ingin selalu punya leader di BUMN itu nomor satu ahlak, nomor dua loyalitas, nomor tiga teamwork,” ujar Erick.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Pemerintah Gagal Manfaatkan Peluang?

Kabar Baru Jam 15

Mengulik Uji Coba Vaksin Covid-19

Kabar Baru Jam 14