Biaya Ibadah Haji Tahun Ini Rp35,2 Juta

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, besaran rata-rata BPIH tahun ini tidak ada perbedaan dengan tahun lalu.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 30 Jan 2020 19:28 WIB

Author

Heru Haetami

Biaya Ibadah Haji Tahun Ini Rp35,2 Juta

Menteri Agama Fachrul Razi (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020). (Foto: ANTARA/RivanAwal Lingga)

KBR, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat melalui Komisi bidang Agama bersama Kementerian Agama menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi sebesar Rp35.235.602 per jamaah. Kesepakatan itu diambil melalui rapat kerja Menteri Agama, Panja BPIH di Komisi bidang Agama DPR, Kamis (30/1/2020).

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, besaran BPIH tahun ini tidak beda dengan tahun lalu. 

Selain itu, total biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji 2020 ini justru mengalami penurunan sebesar Rp1.058.000 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini 2020, besaran rata-rata biaya operasional biaya ibadah haji per jamaah direncanakan sebesar Rp69,174 juta. Jadi berarti, ada penurunan sebesar Rp1,058 juta dibanding tahun lalu. Dari total biaya tersebut jamaah hanya membayar BPIH rata-rata sebesar Rp35,235 juta atau sama dengan rata-rata besaran BPIH tahun lalu,” kata Fachrul dalam rapat.

Ia menambahkan, meski ada penurunan biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah mengklaim tidak akan ada pengurangan pelayanan untuk jamaah selama menunaikan ibadah haji.

“Meskipun rata-rata besaran BPIH 2020 sama dengan tahun sebelumnya, namun mendapat penambahan pelayanan berupa volume makan di Mekah sebanyak 10 kali, selain itu dalam komponen BPIH 2020 terdapat biaya visa sebesar SR300 per jamaah,” ujar Fachrul.

Sementara itu, Komisi bidang Agama DPR mendorong pemerintah terus melakukan perbaikan kualitas pelayanan bagi seluruh jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji.

“Perlu kiranya kami memberikan catatan khusus untuk perbaikan-perbaikan pelayanan selanjutnya,” kata anggota Komisi bidang Agama DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Jefri Romdonny.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

RUU Omnibus Law Hilangkan Tanggung Jawab Perusahaan Atas Karhutla

Kenali Gejala Serangan Jantung Sedini Mungkin