Sepanjang 2018 Bencana di Aceh Meningkat 64 Persen

Pemerintah Aceh akan berupaya menyusun langkah-langkah menanggulangi bencana maupun risikonya pada tahun 2019.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 02 Jan 2019 19:51 WIB

Author

Alfath Asmunda

Sepanjang 2018 Bencana di Aceh Meningkat 64 Persen

Polisi dan BPBA mengevakuasi warga korban banjir di Aceh Selatan, Sabtu (16/12/2018). (Foto: BPBA.acehprov.go.id)

KBR, Banda Aceh - Selama tahun 2018 provinsi Aceh mengalami 294 kali kejadian bencana dengan total kerugian mencapai Rp848,2 miliar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek mengatakan jumlah kejadian bencana 2018 meningkat signifikan 64 persen dibanding 2017. Pada 2017 jumlah kejadian bencana sebanyak 185 kejadian.

Bencana yang paling banyak terjadi yaitu kebakaran pemukiman penduduk dengan 143 kali kejadian. Kebakaran pemukiman banyak terjadi di kabupaten Aceh Besar 18 kali,  Aceh Tenggara 7 kali, dan Aceh Barat 6 kali kejadian.

“Sebab utama kebakaran itu instalasi listrik yang sudah tua,” kata Dadek, di Banda Aceh, Rabu (2/1/2019).

BPBA mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya dalam penggunaan listrik di rumah tangga.

“Matikan kompor jika sudah digunakan, barang-barang elektronik juga misalnya. Kewaspadaan harus diperhatikan betul oleh masyarakat,” sebutnya.

Aceh pada 2018 juga dihantui dengan bencana banjir. Meliputi beberapa wilayah antara lain kabupaten Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Jaya dan Aceh Barat.

Di Kabupaten Aceh Tenggara, dalam kurun waktu yang dekat bahkan terjadi empat kali banjir bandang. Banjir terakhir terjadi pada 31 Desember 2018.

“Ini karena meluapnya air sungai dan pembalakan liar,” kata Dadek.

Kepala BPBA itu mengeluhkan penanganan banjir terkendala sebab luasnya wilayah banjir yang harus dikendalikan. Belum lagi, katanya, hal tersebut diperparah tata kelola lingkungan yang buruk, pembalakan liar serta pembukaan hutan ilegal sebagai lahan berkebun warga.

“Untuk mengakali itu, dalam jangka pendek kita mempersiapkan program Desa Tangguh dengan memasukan anggaran desa sebagai kebutuhan kesiapsiagaan dan penanganan darurat,” paparnya.

Lakukan Riset

Sementara itu Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, pemerintah Aceh akan berupaya menyusun langkah-langkah menanggulangi bencana maupun risikonya pada tahun 2019.

Nova juga berencana menggandeng universitas di Aceh untuk melalukan riset dan identifikasi studi kelayakan serta menyusun langkah-langkah menghadapi bencana.

“Kalau menanggulangi dampak banjir, kita akan perbanyak membangun shelter vertikal, kantong-kantong serapan banjir. Kalau kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir, semisal sandang, pangan, kebutuhan air bersih dan termasuk huntara (hunian sementara) itu sudah pasti,” kata Nova Iriansyah.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Basarnas Jabar Targetkan Nol Persen Kecelakaan Laut Pada 2020

Singapura Larang Total Iklan Minuman Manis dalam Kemasan

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7