Bermula Salah Paham, Para Napi di Rutan Kelas 1 Surakarta Saling Lempar

Wakapolresta Solo Andy Rifai menambahkan, kepolisian juga menyiagakan personel di dalam dan luar rutan.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 10 Jan 2019 21:42 WIB

Author

Yudha Satriawan

Bermula Salah Paham, Para Napi di Rutan Kelas 1 Surakarta Saling Lempar

Rumah Tahahan Kelas 1 Surakarta. (Foto: Yudha Satriawan/KBR)

KBR, Surakarta- Kericuhan antarnapi terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surakarta, Jawa Tengah, Kamis siang (10/01/2019). Keributan itu dapat diredam setelah puluhan aparat kepolisian dari Polresta Solo dan petugas keamanan rutan. 

Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota (Wakapolresta) Solo, Andy Rifai menyebut peristiwa itu bermula akibat kesalapahaman antarnapi. 

"Ya, sempat ada saling lempar barang di dalam rutan, kursi plastik dan lainnya. Ya, yang penting aman dululah," tuturnya.

Wakapolresta Solo Andy Rifai menambahkan, kepolisian juga menyiagakan personel di dalam dan luar rutan. 

"Polresta dan pimpinan Rutan Kelas 1 Surakarta berkoordinasi memindahkan para napi yang terlibat kerusuhan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah," terangnya kepada wartawan, Kamis (10/01/2019).

Wakapolresta Solo Andy Rifai menjelaskan, ada 12 narapidana yang dipindah guna menghidari terjadinya keributan kembali. Pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat menggunakan kendaraan lapis baja dan pengurai massa. Kepolisian juga menyiagakan personel di dalam dan luar rutan. 

Pantauan KBR di lokasi sejumlah truk berisi puluhan polisi bersenjata lengkap bersiaga di sekitar lokasi rutan. Kejadian ini menarik minat para warga yang melintas di depan rumah tahanan tersebut. 

Rutan ini sendiri berada di tengah Kota Solo, berdekatan dengan balai kota. Hingga Kamis petang pengamanan ketat masih dilakukan kepolisiain di Rutan Kelas 1 Surakarta.  

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kala Berbahasa Indonesia Mesti Diatur dalam Perpres

Kabar Baru Jam 10

Basarnas Jabar Targetkan Nol Persen Kecelakaan Laut Pada 2020

Singapura Larang Total Iklan Minuman Manis dalam Kemasan