Share This

Baru Diresmikan, Gedung Kesenian Soeteja Purwokerto Rusak

"Pemborongnya yang bertanggungjawab untuk pengelolaan yang sifatnya bangunan gedung karena belum diserahkan."

BERITA , NASIONAL

Kamis, 18 Jan 2018 12:18 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Baru Diresmikan, Gedung Kesenian Soeteja Purwokerto Rusak

Beberapa bagian dinding sebelah kanan gedung kesenian di Taman Budaya Soeteja Purwokerto dipenuhi coretan, Kamis (18/01). (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)

KBR, Purwokerto– Gedung Kesenian di Kompleks Taman Budaya Soeteja, Purwokerto rusak dan menjadi korban vandalisme usai diresmikan dua bulan lalu. Gedung dan kompleks taman budaya bernilai miliaran itu  diresmikan pada 15 November 2017 lalu.
 
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko mengatakan, kerusakan terjadi pada dinding, lantai luar dan dalam gedung, serta atap gedung.
 
Kata dia, lantai jalan masuk yang dilapisi paving block ambles dan bergelombang di beberapa bagian. Di bagian teras, beberapa bagian lantai keramik retak dan pecah. Begitu pula lantai pagelaran bagian luar yang dibangun seperti koloseum mini retak dan pecah di beberapa bagian. Beberapa bagian plafon gedung juga ambrol, diduga lantaran atap gedung bocor.
 
Tak hanya itu, beberapa bagian dinding pun retak. Instalasi kabel yang mestinya terpasang juga putus atau hilang. Aksi vandalisme juga terjadi pada bagian dinding dan lantai gedung ini. Berbagai coretan mengotori dinding di bagian luar dan dalam gedung.
 
Deskart menduga, gedung ini menjadi korban vandalisme lantaran pengamanan yang belum maksimal. Diduga, ada orang-orang yang tak bertanggungjawab masuk ketika gerbang dalam kondisi belum terkunci.
 
“Ini kelihatannya ya seperti itu. Jadi ada saat-saat di mana ruangan dalam itu dibuka ada orang yang masuk tidak terdeteksi. Karena selama ini kan pemborongnya yang bertanggungjawab untuk pengelolaan yang sifatnya bangunan gedung karena belum diserahkan. Lantai di pementasan itu kan menggelembung. Lantai yang kayu ditata itu lho, menggelembung. Waktu hujan itu, ada laporan, saya tak melihat sendiri, katanya bocor,” jelas Deskart Sotyo Jatmiko, Kamis (18/1/2018).
 
Lebih lanjut Deskart mengemukakan sudah menugaskan lima orang untuk mengelola kompleks taman ini. Pengelola itu terdiri dari satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan empat warga setempat sebagai pembantu pengelola, mulai dari keamanan, kebersihan hingga lokasi parkir.
 
Namun, lantaran belum diserahkan kepada Dinporabudpar Banyumas, pengelolaan pun belum maksimal. Saat ini, Kompleks Taman Budaya Soeteja masih berada dalam pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan masih dalam masa pemeliharaan kontraktor sampai enam bulan mendatang.
 
Ia   menegaskan, sebelum diserahkan kepada Dinporabudpar, gedung dan kompleks taman budaya sudah harus dalam keadaan baik layaknya bangunan baru. Untuk itu, ia sudah berkoordinasi dengan Dinas PU dan kontraktor untuk meningkatkan pengelolaan dan pengamanan gedung.
 
Dalam pantauan KBR, Kompleks Taman Budaya ini terkesan tak terawat. Eceng Gondok memenuhi kolam bagian depan kompleks taman. Semak dan rerumputan juga memenuhi halaman samping dan belakang yang berimpitan langsung dengan gedung kesenian Soeteja.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.