Share This

Sebut Umat Islam Dipojokkan, Din Syamsuddin Kritik Negara, Ahok dan Pers

Din menyebut pers tidak berkeadilan lantaran mengangkat isu kekerasan yang seolah dilakukan umat Islam. Tidak banyak media yang mengangkat peristiwa di Pulau Seribu sebagai bentuk intoleransi.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 19 Jan 2017 09:19 WIB

Ketua Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menilai umat Islam di Indonesia diperlakukan tidak adil. Din menuding, ada pihak lain yang berupaya untuk memojokkan Umat Islam.

"Umat Islam merasakan adanya ketidakadilan khususnya dalam bidang ekonomi. Ketika kekuatan ekonomi nasional berada di pihak lain, yang bahkan sebagian melakukan upaya-upaya untuk memojokkan, mendiskreditkan, dan menyingkirkan umat Islam. Ini berbahaya bagi ketahanan nasional," kata Din Syamsuddin di Gedung MUI Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Din mengatakan ketidakadilan itu bukan tanpa alasan. Selain ketidakadilan ekonomi, ia juga menuding negara tidak berpihak kepada Umat Islam.

"Terpuruk oleh kekuatan ekonomi baru, yang mendapat privilege dari negara sehingga menjadi konglomerat. Bahkan tadi ada yang berbicara, pada rapat pleno sebagian besar bahkan mendapat suntikan dana dari negara pada kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang lalu itu," kata Din.

Baca juga:

Din Syamsuddin juga merasa umat Islam dituduh sebagai anti Kebhinekaan. Tuduhan itu, menurut Din, muncul usai demonstrasi besar-besaran menuntut pengadilan dalam kasus dugaan penistaaan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Din menyebut Ahok sebagai penganggu toleransi dan kerukunan umat.

"Ketika ada reaksi untuk menggugat pengganggu toleransi dan kerukunan seperti kejadian di Pulau Seribu, itu pangkalnya," kata bekas Ketua MUI itu.

Din juga menyebut pers tidak berkeadilan lantaran mengangkat isu kekerasan yang seolah dilakukan umat Islam. Menurutnya, tidak banyak media yang mengangkat peristiwa di Pulau Seribu sebagai bentuk intoleransi.

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Berdasarkan sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) 2010 jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam mencapai 87 persen dari total jumlah penduduk 237 juta jiwa. Populasi Muslim Indonesia menjadi yang terbesar dari berbagai negara di seluruh dunia.

Selain itu, Kementerian Agama menempati urutan kelima dalam kategori kementerian dengan jumlah anggaran terbesar pada APBN 2016, yakni Rp58,5 triliun. Sebagian besar dari anggaran itu digunakan untuk kepentingan umat Islam.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.