Bagikan:

Aturan Pemkot Balikpapan: Warga Mau Menikah atau Pindah Wajib Sedia Bibit Cabai!

Rizal menambahkan bibit cabai bisa ditanam dimana pun, seperti di pekarangan rumah, atau ruang terbuka yang ada di sekeliling rumah ataupun kelurahan.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 17 Jan 2017 11:47 WIB

Aturan Pemkot Balikpapan: Warga Mau Menikah atau Pindah Wajib Sedia Bibit Cabai!

Persemaian bibit cabai. (Foto: litbang.pertanian.go.id)


KBR, Balikpapan – Melambungnya harga cabai di pasar tradisional yang mencapai Rp100 ribu per kilogram membuat Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur mengeluarkan kebijakan baru.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mewajibkan warganya yang akan menikah atau pindah antar kelurahan untuk menyediakan bibit cabe dan menanamnya.

Rizal mengatakan kebijakan ini tidak akan sulit atau memberatkan warga. Apalagi, harga bibit cabai tidak begitu mahal, baik bibit pohon atau bibit buah. Bibit cabai itu sebagian diserahkan saat mengurus administrasi pernikahan.

Baca juga:


Rizal menambahkan bibit cabai bisa ditanam dimana pun, seperti di pekarangan rumah, atau ruang terbuka yang ada di sekeliling rumah ataupun kelurahan. Kebijakan itu dianggap juga salah satu cara agar warga tidak kesulitan ketika harga cabai melambung.

Ia juga mengingatkan warga bahwa tidak ada biaya apapun untuk pengurusan administrasi pernikahan maupun mereka yang pindah, kecuali hanya memberikan sumbangan bibit cabai.

"Pohon juga kan, baik saja bibit cabai itu kan. Cuma berapa (harganya), itu kecil. Yang penting jangan uang. Kalau uang itu jadi pungli," kata Rizal Effendi, Selasa (17/1/2017).

Kewajiban menyediakan bibit tanaman bagi pasangan yang akan menikah sebenarnya sudah diterapkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Begitupun bagi warga yang akan pindah antar keluarahan. Hanya saja untuk saat ini yang diminta adalah bibit tanaman cabai.

Kebijakan wajib menyediakan bibit tanaman itu merupakan upaya Pemerintah Kota Balikpapan mengajak masyarakat untuk aktif menanam pohon di sekeliling rumah dan menjadikan Kota Balikpapan sebagai Kota Hijau.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP