Bagikan:

Kru The Act of Killing: Saya Tak Akan Datang ke Acara Oscar

KBR68H

BERITA

Rabu, 22 Jan 2014 07:20 WIB

Author

Doddy Rosadi

Kru The Act of Killing: Saya Tak Akan Datang ke Acara Oscar

the act of killing, oscar, publikasi

KBR68H – Diundang untuk hadir dalam acara penghargaan Academy Award atau dikenal dengan nama Oscar merupakan hal yang sangat membanggakan. Para nomine yang hadir dalam pengumuman kandidat penerima Oscar tahun ini terlihat sangat menikmati acara tersebut. Mereka mendapatkan perhatian lebih mulai dari masuk ke karpet merah hingga melayani permintaan wawancara dari jurnalis.

Namun, tidak semua insan film mau datang ke acara pengumuman nominasi Oscar. Salah satunya adalah co-sutradara The Act of Killing, film dokumenter yang menjadi salah satu nomine film dokumenter terbaik. Bagi 60-an kru film The Act of Killing, publisitas bukan merupakan sebuah opsi.

“Sangat tidak mungkin bagi saya untuk datang ke acara Oscar, terlalu banyak publikasi dan tidak aman bagi saya untuk terlihat di depan publik sebagai co-sutradara The Act of Killing. Saya bukan tipe orang yang suka publikasi atas apa yang sudah saya lakukan, saya lebih suka anonimitas, itu cocok dengan kepribadian saya,”katanya kepada harian The Independent.

The Act of Killing merupakan film documenter tentang pembantaian missal pasca kudeta yang dilakukan PKI pada 30 September 1965. Joshua Oppenheimer yang menjadi sutradara dibantu oleh 60-an kru Indonesia yang namanya dirahasikan. Pencantuman nama kru film itu diyakini bisa membahayakan nyawa mereka.

Film ini bercerita tentang Anwar Congo, pemimpin gang yang mengaku telah melakukan pembunuhan kepada anggota PKI. Dia diperkirakan sudah membunuh ribuan orang. Anwar menerima impunitas dan tidak dihukum atas tindakannya itu di masa lalu. Bahkan, dia sempat menerima pujian ketika tampil di salah satu televisi.

Pembantaian komunis di era 60-an tidak pernah menjadi diskusi terbuka di Indonesia. Anak-anak sekolah hanya diberitahu bahwa tindakan tersebut dilaukan sebagai bentuk patriotisme. Diperkirakan 80.000 orang tewas dalam operasi pembasmian PKI dari bumi Nusantara. Saat ini, sejumlah warga Indonesia masih menganggap PKI sebagai setan fundamental. (Independent)

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

IPK Anjlok, Indonesia Makin Korup?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending