TKI Banyuwangi Telantar di Arab Saudi dalam Kondisi Sakit

Buruh Migran Indonesia, Buiresek Mubin dikabarkan telantar di Jeddah, Arab Saudi dalam kondisi sakit.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 13 Nov 2018 13:36 WIB

Author

Hermawan Arifianto

TKI Banyuwangi Telantar di Arab Saudi dalam Kondisi Sakit

Buruh Migran Indonesia saat menggelar aksi. (Foto: ANTARA)

KBR, Banyuwangi - Buruh Migran Indonesia, Buiresek Mubin dikabarkan telantar di Jeddah, Arab Saudi dalam kondisi sakit. Buruh migran asal Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur itu menderita stroke sejak beberapa bulan belakangan.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Migran Indonesia Banyuwangi, Agung Sebastian, majikan Mubin tak bertanggung jawab sebab setelah mengetahui kondisi pekerjanya sakit justru tak langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

"Informasi awal dari teman-teman SBMI di Jedah itu informasinya sakit stroke. Di sana dikunjungi sama teman-teman itu kondisinya sudah lumpuh setengah. Dan saat ini rencanaya mau dibawa ke rumah sakit dan dilaporkan ke KJRI di Jedah," ungkap Agung Sebastian di Banyuwangi, Selasa (13/11/2018).

Agung menuding, buruh migran Mubin dibiarkan oleh majikan dalam kondisi sakit tanpa mendapatkan perawatan medis.

Hingga akhirnya seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Jeddah menolong Mubin dan membawanya ke rumah lantas merawatnya. Kata Agung, saat ini Perwakilan SBMI dan persatuan keluarga Madura di Jeddah memboyong Mubin ke rumah sakit terdekat untuk memdapatkan perawatan untuk pemulihan kesehatan.

Agung Sebastian menambahkan, SBMI Banyuwangi juga langsung berkoordinasi dengan Konsulat Jendral Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi untuk memastikan nasib Mubin saat ini. Selain itu, pihaknya juga langsung menghubungi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut.

Buruh migran Beurisek Mubin menurut Agung, bekerja di Jeddah sudah cukup lama yaitu sekitar 18 tahun. Namun belum diketahui pasti jenis pekerjaan Mubin. Dugaan sementara ia bekerja sebagai sopir.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Perlukah Pembatasan Medsos untuk Cegah Penyebaran Hoaks?

Dampak Ekonomi Aksi 22 Mei

Pelarangan Iklan Rokok di Internet

What's Up Indonesia

Tim Hukum Prabowo-Sandi Menyebut Capres 01 Memanfaatkan Kekuasannya Dalam Pilpres 2019