Deddy Mizwar: Dari Awal Saya Bilang Proyek Meikarta itu Kurang Beres

"Karena itu di kawasan strategis provinsi yang harus mendapatkan rekomendasi dari provinsi yang menyangkut tata ruang."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 12 Des 2018 12:52 WIB

Author

Winna Wijaya

Deddy Mizwar: Dari Awal Saya Bilang Proyek Meikarta itu Kurang Beres

Eks Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjawab pertanyaan wartawan di gedung KPK Jakarta, Rabu (12/12/2018). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)

KBR, Jakarta - Bekas Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/12/2018), sekitar pukul 10.15 WIB.

KPK memeriksa Deddy sebagai saksi terkait perkara dugaan suap perizinan pembangunan proyek Meikarta.

Deddy mengatakan, ia dipanggil karena ia pernah menyampaikan kejanggalan atas pembangunan proyek tersebut.

"Sejak awal kan saya yang mengatakan bahwa ada yang kurang beres dalam masalah rencana pembangunan Meikarta. Pertama, karena itu di kawasan strategis provinsi yang harus mendapatkan rekomendasi dari provinsi yang menyangkut tata ruang. Jadi wajar kalau sekarang ini KPK minta keterangan saya," kata Deddy sebelum masuk Gedung KPK, Rabu (12/12/2018).

Baca juga:

Perizinan Proyek Meikarta

Dalam perkara proyek Meikarta, KPK menduga ada suap perizinan yang diberikan oleh Direktur Lippo Group Billy Sindoro, satu pegawai Lippo, serta dua konsultan.

KPK menduga proyek Meikarta dibangun sebelum perizinan selesai. Dokumen yang telah diperiksa antara lain penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), perizinan lingkungan, dan pemadam kebakaran.

KPK menduga tanggal yang dibuat dimundurkan supaya proyek bisa segera dibangun.

Dalam perkara itu, KPK menetapkan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, serta empat pejabat dinas Kabupaten Bekasi menjadi tersangka suap perizinan proyek Meikarta.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Presiden Menghidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI