covid-19

Klaster Covid PTM SD di Solo, Gibran Tutup Sementara 5 Sekolah

"Langsung kita mitigasi, sekolahnya (Klaster Covid PTM SD di Solo) langsung kita tutup sementara. Sekolah yang lain tidak perlu takut dilanjut PTM saja."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Okt 2021 11:21 WIB

Klaster Covid PTM SD di Solo, Gibran Tutup Sementara 5 Sekolah

Mobil Puskesmas siaga di sekolah klaster Covid PTM SD di Solo, Selasa (19/10). (KBR/Yudha Satriawan)

KBR, Solo-     Pemkot Solo, Jawa Tengah menghentikan aktifitas Pembelajaran tatap Muka di lima SD yang menjadi klaster covid. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka   menduga ada pelanggaran protokol kesehatan saat PTM di SD tersebut. 

Menurut Gibran, Pemkot melakukan mitigasi di berbagai sekolah dasar tersebut.

"Langsung kita mitigasi, sekolahnya langsung kita tutup sementara. Sekolah yang lain tidak perlu takut dilanjut PTM saja. Jangan takut. SD yang menjadi klaster covid, PTM dihentikan sementara. Ada yang dua minggu atau lebih. Yang paling banyak klaster covidnya ya lebih lama, banyak yang positif kan. Makanya saya sering ingatkan, saya tiap hari cek ke sekolah-sekolah, saya rewel ke guru-guru sekolah, jangan lepas masker, jangan turunkan masker pas mengajar di kelas. Saya ingatkan tiap hari sampai bosan. Kalau sudah kejadian begini kan jadi susah semua." Ujar Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Lebih lanjut Gibran mengungkapkan akan terus mengecek penerapan protokol kesehatan di bernagai sekolah di Solo yang menggelar PTM. Pemkot Solo, akan menindak tegas Sekolah yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

Puluhan Kasus Klaster Covid PTM SD di Solo

Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan ada 46 siswa dan guru di lima Sekolah Dasar yang terkonfirmasi positif covid. 

Menurut Siti, pemkot terus melakukan tracing dan penerapan isolasi mandiri bagi klaster Covid PTM SD.

"Untuk segera dilakukan tracing, ya mudah-mudahan cepat. Tracing dan testing. Supaya kita bisa lakukan treatment, kalau tidak segera bisa menyebar ke mana-mana. Jadi yang kontak di sekolah, misal siswa A positif covid, nggak ditanya kamu kontak di sekolah dengan si A atau nggak, kita ambil semua testing swab. Tetapi di lingkungan keluarga si A itu kita mekanisme surveilans kita cari kontak langsungnya. Totalnya ada 46 siswa dan guru SD di lima SD di Solo." Ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Solo, Siti Wahyuningsih terkait klaster Covid PTM SD.

Lebih lanjut Siti mengungkapkan kondisi puluhan siswa dan guru SD yang terkonfirmasi positif dalam kondisi sehat. Usia siswa yang terkonfirmasi masih dibawah 11 tahun dan belum mendapat vaksinasi COVID.

Pemkot Solo menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di berbagai sekolah tingkat dasar hingga menengah yang berlangsung selama sebulan ini. PTM dilakukan secara bertahap dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Baca juga: 74 Siswa Terpapar Covid-19 di Cilacap, Dinas Pendidikan: Bukan Klaster PTM Sekolah

Sedangkan vaksinasi pelajar di Solo dilakukan untuk tingkat SMP dan SMA. Ada 70 ribu pelajar di Solo yang menjadi sasaran vaksinasi.

PTM Tidak untuk SD

Sebelumnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan pembelajaran tatap muka (PTM) hanya diperuntukan bagi jenjang sekolah menengah pertama (SMP) ke atas. Menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti, potensi penularan virus pada anak di jenjang ini lebih kecil lantaran mereka telah menerima vaksinasi COVID-19.

"Kalau dorongan buka sekolah itu, kami jadi ditentukannya pakai vaksin. Vaksinnya 70 persen di sekolah itu sudah divaksin baik guru maupun anak. Lalu bagi yang belum divaksin seperti kelas bawah, SD apalagi TK sebaiknya tidak buka. Karena tadi vaksinasinya ngelindungin anak-anak. Kalaupun dia tertular maka  gejalanya menjadi ringan. Itu yang kami justru jadikan sebagai indikator," kata Retno kepada KBR, Selasa (28/9/2021).

Komisioner KPAI Retno Listyarti juga meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan PTM. Ia mengungkapkan, selama PTM digelar masih ditemukan sekolah yang melanggar protokol kesehatan.

Baca juga: Mendikbud: Semua Wilayah PPKM Level 1-3 Boleh Belajar Tatap Muka

Kata Retno, pelanggaran prokes tersebut didapati KPAI saat meninjau pelaksanaan PTM secara langsung di berbagai wilayah.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7