Bagikan:

Kapolri: Polisi Bantu Psikologi Anak Terdampak COVID-19

Polisi turut menjadi pembimbing psikologis anak-anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 02 Nov 2021 14:14 WIB

Bantu Anak Terdampak COVID-19

Pemakaman jenasah korban COVID-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara. (Foto: antaranews)

KBR, Jakarta - Kapolri Listyo Sigit Prabowo meminta polisi turut menjadi pembimbing psikologis anak-anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19.

Menurut Sigit, anak merupakan kelompok yang paling tertekan karena kehilangan keluarga akibat Covid-19. Hal itu disampaikan Kapolri dalam Pelaksanaan Dukungan Psikososial Bagi Anak-anak Terdampak Covid-19, yang diikuti lebih dari 2 ribu anak di semua provinsi secara virtual.

"Tentunya saya mengharapkan agar program konseling ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan, jadi tidak berhenti sampai hari ini saja. Jadi saya minta khususnya Pak As SDM psikologi, biro psikologi, kegiatan ini (harus) berkelanjutan. Sehingga kita mengetahui terus-menerus pertumbuhan psikologis anak-anak kita," kata Kapolri, Selasa (2/11/2021).

Kapolri menambahkan, konseling yang diberikan polisi bisa melalui pusat bantuan telepon atau hotline, aplikasi, maupun datang langsung ke kantor polisi. Layanan ini kata Sigit, bisa diberikan polisi bekerja sama dengan biro psikologis di TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN).

"Ini harus dilakukan di lapangan bersama pihak lain. Untuk memastikan mereka kembali normal usai ditinggalkan keluarganya," ujarnya.

Selain bimbingan psikologis, anak-anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19 juga akan diberikan bantuan sosial lainnya untuk tumbuh kembangnya.

Pandemi Covid-19 diperkirakan turut meningkatkan angka anak kehilangan orang tuanya. Berdasarkan data Satgas Covid-19 per Juli kemarin, lebih dari 11 ribu anak Indonesia menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu akibat Covid-19.

Butuh Dukungan Psikososial

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, lebih dari 29 ribu anak kehilangan orang tuanya akibat pandemi Covid-19.

Bintang menyebut, ribuan anak itu membutuhkan dukungan psikososial. Itu disampaikannya dalam acara Pelaksanaan Dukungan Psikososial Bagi Anak-anak Terdampak Covid-19, yang diikuti lebih dari 2 ribu anak di semua provinsi secara virtual.

Baca juga:

COVID-19: 29 Ribu Anak Kehilangan Orang Tua

Presiden Minta Ada Mitigasi Gelombang Ketiga Covid-19

"Dari pendataan yang kami kerja sama dengan Unicef itu memang, hampir hari ini 29.822 anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya karena Covid-19. Tentu hari ini kami sangat berbahagia sekali karena pendampingan psikososial ini adalah merupakan hal yang sangat penting untuk mengembalikan semangat anak-anak yang ditinggalkan salah satu atau kedua orang tuanya," kata Bintang Puspayoga, Selasa (2/11/2021).

Menteri PPPA berharap, pendataan yang dilakukan kementeriannya bersama dengan Kementerian Sosial segera terselesaikan, agar anak-anak yang terdampak bisa mendapat uluran tangan.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Menghidupkan Dwifungsi TNI

Most Popular / Trending