Jokowi Dorong Pengenalan Pancasila Lewat Permainan Lokal

Pengenalan pancasila penting agar setelah dewasa, sikap dan sifatnya mampu mencerminkan bangsa yang sopan, ramah dan memegang teguh ideologi pancasila.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 20 Nov 2020 13:10 WIB

Author

Dwi Reinjani

Jokowi Dorong Pengenalan Pancasila Lewat Permainan Lokal

Massa dari "Extinction Rebellion" (XR) Indonesia melakukan aksi peringatan Hari Anak Sedunia di Jakarta, Jumat (20/11/2020). (Rivan Awal Lingga/Antara)

KBR,Jakarta- Presiden Joko Widodo mengatakan anak-anak saat ini harus diperkenalkan dengan ideologi pancasila sejak awal, salah satunya dengan media alat permainan. Ini disampaikan Presiden dalam kegiatan hari anak yang hatuh setiap tanggal 20 November. Menurut dia, pengenalan pancasila penting agar setelah dewasa, sikap dan sifatnya mampu mencerminkan bangsa yang sopan, ramah dan memegang teguh ideologi pancasila.

“Karena itu saya menyambut baik Inisiatif BPIP bersama komite permainan rakyat dan olahraga tradisional Indonesia, menghadirkan kembali permainan tradisional dengan konsep kekinian untuk memperkenalkan Pancasila dan nilai-nilai luhurnya. Membangun jiwa toleransi, jiwa Gotong Royong, jiwa Persaudaraan dan solidaritas. Dalam mengembangkan permainan anak-anak dibutuhkan terobosan kreatif berbasis kearifan lokal, permainan yang edukatif dan inovatif untuk mengajarkan nilai- nilai kebaikan melalui cara-cara yang menyenangkan.” Ujar Jokowi, dalam kegiatan hari anak, Jumat (20/11/2020).

Jokowi mengatakan, mendidik anak-anak harus dilakukan dengan cara yang tidak memaksa. Agar pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak menjadi beban, para orang tua dan tenaga pendidik harus kreatif. Apalagi menurutnya memasukan muatan pancasila dalam kehidupan sehari-hari harus dimulai sejak dini, karena menyangkut kesopanan, etika berbahasa, berbudaya dan berteman.

Ia berharap ke depan, jika permainan lokal bisa memperkenalkan pancasila secara baik, maka generasi muda akan memiliki rasa persatuan yang tinggi, memiliki toleransi yang tinggi dalam melakukan hubungan sosial dengan teman, keluarga bahkan orang-orang yang berbeda dengan suku, agama, dan kebudayaannya.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional