GKI Yasmin Tolak Lokasi baru

Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah GKI Jawa Barat tidak pernah setuju dengan adanya relokasi tersebut.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Nov 2015 16:12 WIB

Author

Wydia Angga

GKI Yasmin, Kota Bogor, Jawa barat (Foto:KBR/Citra D)

GKI Yasmin, Kota Bogor, Jawa barat (Foto:KBR/Citra D)

KBR, Jakarta – Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Kota Bogor, Jawa Barat menolak dipindahkan ke tempat lain. GKI Yasmin juga menuding Walikota Bogor, Bima Arya, mengadu domba  GKI Yasmin dengan GKI Pengadilan. Pasalnya kata  Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging, Bima Arya tidak menganggap keberadaan GKI Yasmin dengan  membuat kesepakatan dengan GKI Pengadilan untuk merelokasi GKI Yasmin.

Apalagi kata Bona, GKI pengadilan bukanlah pemilik tanah  tempat ibadah GKI Yasmin. Selain itu GKI Pengadilan bukan merupakan induk  GKI Yasmin. Kata Bona pemilik GKI Yasmin adalah  Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah GKI Jawa Barat yang diketuai Pendeta Sheph Davidy Jonazh. Badan pekerja  tidak pernah setuju dengan adanya relokasi tersebut.

"Kami berharap tahun ini 2015 peristiwa pengusiran jemaat GKI Yasmin dari gerejanya sendiri yang sah tidak akan terjadi lagi. Dan kalau pemerintah serius, seharusnya kami GKI Yasmin akan beribadah natal mulai 25 Desember 2015 di dalam gereja kami sendiri yang sah itu," kata Bona, Rabu  (11/11/2015).

Bona menambahkan, berdasarkan Persidangan Majelis Sinode GKI 2014 yang juga didalamnya termasuk GKI pengadilan, menghasilkan keputusan bahwa GKI Yasmin tidak akan direlokasi. Langkah itu  sesuai putusan MA dan Ombudsman RI.  GKI Yasmin mendesak  Walikota Bima Arya agar menghentikan upaya relokasi GKI Yasmin.

Pada Desember 2009, Mahkamah Agung memerintahkan untuk membuka kembali GKI Yasmin. Selain itu MA  membatalkan keputusan pemerintah Bogor yang mencabut surat izin mendirikan bangunan gereja tersebut. Ombudsman RI pun mengeluarkan rekomendasi pada Juli 2011 tentang pencabutan keputusan Wali Kota Bogor tentang IMB GKI Yasmin. Namun putusan itu tak digubris Pemerintah Kota Bogor.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja