covid-19

Demo UMK di Jombang Ricuh, Satu Buruh Pingsan Akibat Pukulan Polisi

Dua pendemo ditangkap petugas karena dinilai menjadi provokator atas bentrok tersebut.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 18 Nov 2015 14:46 WIB

Demo UMK di Jombang Ricuh, Satu Buruh Pingsan Akibat Pukulan Polisi

Unjuk rasa ribuan buruh, Rabu (18/11/2015) di Jombang berlangsung ricuh, Polisi terlibat saling pukul dengan buruh. (Foto: KBR/Muji L.)

KBR, Jombang – Unjuk rasa ribuan buruh di Jombang, Jawa Timur, berakhir ricuh. Puluhan personel polisi yang bertugas menjaga lokasi demonstrasi terlibat bentrok dengan pendemo. Akibat kejadian itu, sejumlah buruh mengalami luka-luka karena mendapat pukulan petugas. Bahkan, salah satu koodinator demo pingsan dan harus dirawat di Rumah Sakit setempat usai dipukul  Polisi di halaman Pemkab Jombang.  dan harus dirawat di Rumah Sakit setempat.

Dua  pendemo ditangkap petugas karena dinilai menjadi provokator atas bentrok tersebut.  Koordinator Demo, Hendra Suryana, menyayangkan aksi membabi buta yang dilakukan aparat penegak hukum itu.  Menurut Hendra, keributan dipicu adanya bentrok di kalangan intenal buruh. Namun,  petugas malah menyerang mereka dengan pukulan dan senjata pentungan hingga keributan tidak dapat dhindari lagi.

“Ada yang terprovokasi untuk melempar bekas-bekas botol minuman itu ke arah aparat. Kemudian itu bisa diredakan oleh teman-teman. Namun aparat melakukan tindak represif kepada kawan-kawan," kata Hendra Suryana, Rabu (18/11/15). 

Hendra menambahkan, "tadi sempat ada pemukulan terhadap kawan-kawan buruh yang ingin meredam situasi kawan-kawan yang sedang bentrok itu juga dilakukan oleh aparat. Ada yang dipukuli, ada yang langsung dipukul pakai pentungan."

Sejumlah perwakilan buruh terus bernegosiasi untuk meminta polisi membebaskan kawan mereka yang ditahan. Sejumlah perwakilan buruh yang lain juga tengah melakukan pertemuan dengan pihak Pemkab untuk mencari titik temu soal UMK tahun 2016 sesuai keinginan semua pihak.


Editor: Rony Sitanggang

Sejak pagi tadi, lebih dari 10 ribu buruh di Jombang  mogok kerja dan menggelar unjuk rasa di Pemkab Jombang. Buruh yang berasal dari enam perusahaan besar di Jombang itu mendesak Bupati Nyono Suharli Wihandoko mencabut usulan UMK tahun 2016 senilai Rp. 1.923.000. Menurut para buruh, nilai tersebut sangat jauh dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Jombang.


Buruh mendesak Bupati agar merevisi usulan UMK sebesar Rp. 2.115.000 atau naik sekitar Rp. 250 ribu dari UMK tahun sebelumnya, sebesar Rp. 1.860.000. Ujuk rasa buruh di Jombang itu sendiri sudah berlangsung selama tujuh kali berturut-turut.  Namun, Kata Hendra, hingga saat ini belum ada tanggapan serius pihak Pemerintah kabupaten Jombang.


 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7