Dua Anggotanya Ditangkap, LBH Jakarta Protes

Keduanya ditangkap dalam unjuk rasa buruh kemarin. Bersama 23 buruh yang ditangkap juga, mereka semua dipukuli.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 31 Okt 2015 15:20 WIB

Author

Dimas Rizky

Dua Anggotanya Ditangkap, LBH Jakarta Protes

Logo LBH Jakarta (dok: www.bantuanhukum.or.id)

KBR, Jakarta- Dua pengacara publik LBH Jakarta, Tigor Gempita Hutapea dan Obed Sakti Luitnan, hingga saat ini masih ditahan Polda Metro Jaya. Direktur LBH Jakarta Alghiffari Aqsa mengatakan keduanya masih diperiksa bersama 23 buruh lainnya dalam kondisi terluka. Mereka ditangkap dalam aksi unjuk rasa para buruh yang menentang PP Pengupahan hingga malam hari. Lembaga itu menolak kepolisian yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam penjagaan unjuk rasa tersebut. 

"Polisi berhak menegakkan UU 1998 (tentang penyampaian pendapat di muka umum-red), tapi polisi juga tidak berhak melakukan pemukulan. Dan yang terjadi saat ini justru beberapa orang dipukuli hingga luka-luka," ujarnya kepada KBR, Sabtu (31/10).

"Di lapangan sebenarnya sudah ada cara yang cukup efektif untuk membubarkan massa aksi, yaitu ada water canon dan gas air mata. Dan itu efektif membubarkan buruh sebenarnya. Tapi kemudian cara yang lebih ekstrem dan represif justru ditempuh kepolisian. Kami sayangkan itu," tambahnya.

Dua pengacara publik LBH Jakarta itu ikut ditangkap kepolisian saat aksi unjuk rasa buruh kemarin. Polisi memukuli mereka bersama 23 buruh yang ikut ditangkap. Saat ditangkap, keduanya sudah memberitahukan berasal dari LBH. Namun saat itu polisi tak perduli dan tetap membawa mereka ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangannya. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap