Basarnas: Pesawat Trigana Air Ditemukan Hancur

Hingga saat ini, Basarnas belum dapat menemukan potongan besar pesawat naas tersebut. Namun, tim evakuasi darat tengah menuju lokasi dan diharapkan bisa tiba Senin malam.

BERITA | NASIONAL

Senin, 17 Agus 2015 23:08 WIB

Author

Yudi Rachman

Basarnas: Pesawat Trigana Air Ditemukan Hancur

Penampakan kepingan pesawat Trigana Air yang jatuh di hutan belantara di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. (Foto: Basarnas)

KBR, Jakarta - Pesawat Trigana Air yang jatuh di Kabupaten Pengunungan Bintang, Papua ditemukan dalam kondisi hancur.

Menurut Deputi Bidang Operasional Basarnas Heronimus Guru, kepingan pesawat Trigana IL 257 tersebut ditemukan di dalam hutan yang berjarak 12 kilometer dari Bandar Udara Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang.

Hingga saat ini, Basarnas belum dapat menemukan potongan besar pesawat naas tersebut. Namun, tim evakuasi darat tengah menuju lokasi dan diharapkan bisa tiba Senin malam. Sedangkan, proses evakuasi melalui udara akan dilakukan Selasa pagi sekitar pukul 6.30 waktu setempat.

"Baru seperti ini lewat udara. Semoga pasukan darat yang sejak pukul 9 pagi, sudah bergerak. (Potongan besar?) Belum sampai ke sana, yang ada di foto ini saja. Cuaca mungkin memengaruhi," ujarnya kepada wartawan.

Senin (17/8/2015) sore, proses pencarian pesawat Trigana Air di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua dihentikan. Basarnas belum bisa sampai lokasi karena titik ditemukan pesawat tersebut terletak di tengah hutan dan tingkat kemiringan topografi yang curam. Kondisi cuaca sangat buruk dimana jarak pandang hanya satu meter.

Pesawat naas mengudara kemarin dan mengangkut 49 penumpang, terdiri dari 44 orang dewasa, dua anak dan tiga bayi.

Ini merupakan kecelakaan kedua yang terjadi di rute penerbangan Sentani-Oksibil. Pada 2009, pesawat berbadan kecil milik maskapai Merpati Nusantara yang menempuh rute yang sama juga hilang. Reruntuhan pesawat ditemukan beberapa hari kemudian di hutan dekat bandara Oksibil. Seluruh penumpang pesawat Merpati yang berjumlah 13 orang saat itu meninggal.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Meningkat Netizen Pakai Petisi di Platform Digital