covid-19

Serda Ilman Tewas, Panglima TNI Minta Anggota Tidak Dendam dengan Polisi

"Karena, apa yang dilakukan tim Bravo itu merupakan hukuman yang luar biasa, menembak teman sendiri tanpa sengaja, itu sangat luar biasa, seumur hidup."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 28 Jul 2016 14:05 WIB

Serda Ilman Tewas, Panglima TNI Minta Anggota Tidak Dendam dengan Polisi

Kapolda Sulteng, Rudi Sufahriadi menyambut rombongan tim investigasi bersama TNI-Polri untuk mengusut inseden tewasnya Serda Muhammad Ildam. (Foto: KBR/Aldrim T.)



KBR, Jakarta- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Gatot Nurmantyo meminta anggotanya tidak dendam dengan polisi terkait tertembaknya tim Sandy Yudha  oleh tim Bravo Polisi saat bertugas dalam operasi Tinombala, Poso. Gatot menegaskan, tim investigasi dari TNI dan Polri sedang bekerja untuk mencari letak kesalahan prosedur tersebut.

Kata dia, selama investigasi berjalan tugas penumpasan terorisme oleh TNI dan Polri terus berlanjut.

"Tim Bravo tidak berniat untuk membunuh, tetapi tertembak, sama-sama berniat untuk keberhasilan. Saya prajurit, saya mengalami hal yang sama seperti ini, tidak ada kata-kata dendam, saya yakin. Karena, apa yang dilakukan tim Bravo itu merupakan hukuman yang luar biasa, menembak teman sendiri tanpa sengaja, itu sangat luar biasa, seumur hidup. Saya ulangi, lanjutkan kebersamaan, lanjutkan kejar. Kepada sisa-sisa teroris Santoso saya himbau untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi," perintah Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kamis (28/07).


Investigasi

Panglima TNI meminta masyarakat menunggu hasil investigasi terkait tewasnya anggota TNI yang membantu operasi Tinombala di Desa Towu, Poso. Menurut Panglima TNI Gatot Nurmantyo, penembakan itu terjadi karena kesalahan prosedur dari salah satu tim.

Kata dia, tidak ada baku tembak antara tim Sandy Yudha dari TNI dan tim Bravo dari polri. Kata Gatot, untuk itulah tim investigasi mencari siapa yang bertanggung jawab dalam kesalahan prosedur tersebut.

"Tim investigasi dari Propam kemudian kantor Brimob sendiri sudah menelpon ke saya dan Denpom TNI pun sudah berangkat ke sana. Dalam kondisi seperti ini jangan saling menyalahkan. Karena tidak ada dalam satu tim untuk mencelakakan yang lainnya," jelas Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Panglima TNI Gatot Nurmantyo juga menegaskan TNI terus membantu operasi Tinombala dan meminta mental anggotanya di lapangan tidak mengendur terkait kejadian tersebut.

Sebelumnya, Sersan Dua (Serda) Muhammad Ilman, anggota intelijen Korem 132 Tadulako tewas dengan luka tembak di kepala. Dia ditembak oleh tim Bravo saat melakukan penyergapan di Desa Towu.

Insiden itu terjadi  ketika Tim Satu Satgas Tinombala mendapat informasi ada dugaan penimbunan senjata di salah satu gua, tidak jauh dari pemukiman warga di Desa Towu. Tim lantas melakukan penelusuran ke lokasi. Namun, saat berada di dekat gua, tim ini disergap aparat Brimob yang juga mendapat laporan ada orang bersenjata sedang berada di perbukitan. 


Tim investigasi dari Mabes Polri dan Mabes TNI telah tiba di Poso Sulawesi Tengah untuk memulai tugas mereka mengungkap peristiwa tewasnya Sersan Dua Muhammad Ilman.    Tim terdiri dari Kepala Korps Brimob Mabes Polri, Kasdam, Danpuspom serta Danpusintel TNI Angkatan Darat. Kedatangan tim investigasi   disambut langsung para perwira dari Satgas Operasi Tinombala 2016 termasuk di antaranya Brigjen Rudi Sufahriadi, penanggung jawab Operasi Tinombala 2016.


Dari Bandara rombongan menggelar pertemuan di Posko Operasi Tinombala 2016. Pertemuan   dilakukan secara tertutup,  wartawan tidak diperkenankan memasuki halaman Posko.

   
Setelah meninjau kondisi pasukan di Pos Komando Sektor II Tokorondo, rombongan kemudian balik arah kembali menuju Markas Kepolisian Resort Poso yang di Jalan Pulau Sumatera. Berdasarkan informasi yang diterima, tim investigasi gabungan TNI Polri baru akan merumuskan langkah-langkah yang akan di ambil dalam investigasi bersama itu.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona