Pengungsi Syiah Sampang: Kami Diancam Penggal Kepala Kalau Mudik

Pengungsi warga Syiah Sampang Madura mendapat ancaman penggal kepala oleh kelompok anti-Syiah yang hendak mudik lebaran ke kampung halaman.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 06 Jul 2016 14:17 WIB

Author

Agus Lukman

Pengungsi Syiah Sampang: Kami Diancam Penggal Kepala Kalau Mudik

Warga Syiah Sampang dipaksa pergi dari kampung halamannya. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta - Pengungsi warga Syiah Sampang Madura mendapat ancaman penggal kepala oleh kelompok anti-Syiah di Sampang.

Pemimpin pengungsi Syiah Sampang, Iklil Almilal mengatakan, ancaman itu muncul melalui laman Facebook bagi warga Syiah yang hendak mudik lebaran ke kampung halaman.

"Jadi gambar clurit itu di akun Facebook itu, dan (di Facebook itu-red) dinyatakan 'kami sudah tidak sabar menunggu orang-orang Syiah pulang kampung untuk dipotong lehernya. Ada tiga nama, Raden Affandi, Salam Folly dan Rizal Muhammad, Zein Maduras," kata Iklil Almilal kepada KBR, Rabu (6/7/2016).

Iklil menambahkan, selain mengancam warga pengungsi Syiah, kelompok anti-Syiah di Sampang juga mengancam warga di daerah itu supaya tidak menerima dan menampung warga Syiah yang hendak mudik. Jika tidak, maka rumah warga yang menampung warga Syiah akan dibakar. Hal ini menimbulkan trauma bagi kerabat pengungsi Syiah di kampung halaman.

Baca juga:
Pengungsi Syiah Sampang Dilarang Mudik ke Madura!

"Teman-teman di kampung (menerima ancaman-red), 'Jika kamu menerima yang di Rusun pulang, maka rumah kamu akan dibakar.' Itu sudah terang siapa orang yang mengancam terhadap saudara kami yang di kampung. Cuma tindakan tegas dari aparat itu tidak ada. Akhirnya, ya saudara di kampung trauma. Bahkan, mereka mengatakan 'Gimana kalau rumahku dibakar, kalian kalau mau pulang kapan-kapan tidak ada tempat lagi. Tolonglah jangan... Tapi tidak ada tindakan tegas dari aparat," lanjut Iklil.

Pemimpin pengungsi Syiah Sampang, Iklil Almilal menambahkan, adiknya Tajul Muluk sudah melaporkan ancaman lewat akun Facebook itu ke kepolisian namun tidak ada tanggapan dari aparat keamanan.

"Teman-teman di kampung juga tidak mendengar kabar ada tindakan apa dari aparat kepolisian," lanjut Iklil.

Iklil menambahkan saat ini pihak-pihak intoleran dan menolak kehadiran Syiah semakin leluasa di Sampang Madura, tanpa ada tindakan dari aparat.




Editor: Quinawaty 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Cek Fakta: Top Five Hoax of The Week

Kabar Baru Jam 17