Bondowoso Akan Gelar Festival Makanan Khas Tapai!

"Festival Tapai ini kita gelar sebagai salah satu bentuk suport agar industri tapai semakin berkembang,” kata Bambang Sukwanto

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 01 Jul 2016 11:05 WIB

Author

Friska Kalia

Bondowoso Akan Gelar Festival Makanan Khas Tapai!

Pekerja mengupas singkong di sentra pembuatan tapai di Kecamatan Pujer, Bondowoso, Jawa Timur. (Foto: Widarsa/Friska)

KBR, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur punya cara tersendiri mengangkat derajat makanan khas daerah yakni tapai atau sering disebut awam sebagai tape.

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Bondowoso berencana menggelar Festival Tapai Bondowoso untuk semakin mengukuhkan ikon Bondowoso sebagai Kota Tapai.

Festival rencananya akan digelar selama sepekan, pada akhir Juli hingga awal Agustus 2016 di Alun-alun Kabupaten.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso, Bambang Sukwanto mengatakan Festival Tapai ini akan menyajikan berbagai produk hasil olahan tapai yang diproduksi masyarakat Bondowoso.

Selain itu, pengunjung juga akan diajak melihat langsung proses pembuatan tapai khas Bondowoso.

“Sejak awal Bondowoso memang dikenal sebagai produsen tapai. Festival Tapai ini kita gelar sebagai salah satu bentuk suport agar industri tapai semakin berkembang,” kata Bambang Sukwanto kepada KBR, Jumat (1/7/2016).

Data di Dinas menunjukkan saat ini ada sekitar 157 perajin tapai yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Bondowoso. Angka tersebut belum termasuk perajin tapai skala kecil yang jumlahnya diperkirakan lebih banyak.

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Bondowoso bahkan memperkirakan perputaran ekonomi dari hasil produksi tapai mencapai ratusan juta per hari. Ini jika dihitung mulai rantai produksi hingga penjualan di outlet–outlet ataupun sentra industri tapai.

Tapai merupakan makanan khas Indonesia, khususnya Jawa. Banyak orang membuat tapai untuk dijual langsung di pasar tradisional atau dijadikan bahan tambahan makanan dan minuman. Tapi juga sering dijadikan makanan kecil saat ada hajatan atau hari raya seperti Lebaran.

Tapai berbahan dasar singkong atau beras ketan yang telah difermentasi dengan bubuk ragi. Tapai memiliki rasa yang manis dan legit tanpa pemanis buatan. Di Bondowoso, tapai sudah dijajakan sebagai oleh-oleh bagi wisatawan.

Sejumlah daerah juga menjadikan tapai sebagai makanan khas mereka. Di Bandung Jawa Barat, tapai singkong dikenal dengan nama peuyeum. Sementara itu, di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, di sana pemerintah daerah terus mempromosikan Tapai Amsterdam sebagai produk unggulan UMKM.  Sementara di Bengkulu, memiliki makanan khas tapai ketan hitam yang dikenal sebagai lemang tapai.

Editor: Agus Luqman
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pandemi dan Kesejahteraan Jurnalis dalam Krisis

Kabar Baru Jam 8

Seperti Apa Tren Wisata 2021?

Kabar Baru Jam 10