Setop Beli Pesawat Bekas, DPR Siap Naikkan Anggaran TNI Hingga Rp10 Triliun

Komisi I DPR mendesak TNI AU mengevaluasi dan peremajaan alutsista. Bahkan, DPR siap menaikkan anggaran TNI hingga 10 triliun rupiah tahun depan.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 01 Jul 2015 08:13 WIB

Author

Ninik Yuniati

Setop Beli Pesawat Bekas, DPR Siap Naikkan Anggaran TNI Hingga Rp10 Triliun

TNI jaga ketat lokasi jatuhnya Hercules. ANTARA FOTO

KBR, Jakarta - Komisi Pertahanan DPR meminta TNI Angkatan Udara menghentikan pengadaan pesawat bekas maupun hibah. Ini menyusul kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan, Sumatera Utara, kemarin. Anggota Komisi Pertahanan DPR, Charles Honoris mengatakan, jika merujuk pada usia pembuatan pesawat tersebut, sebetulnya sudah tidak layak digunakan untuk operasional.

"Memang masih ada keinginan untuk membeli pesawat tua atau bekas, atau mengakuisisi alutsista melalui hibah. Kita sudah menyarankan kepada Panglima TNI agar tidak lagi mengakuisisi alutsista bekas," kata Charles Honoris di KBR Pagi, Senin, (7/1/2015).

Kata dia, pembelian pesawat baru dinilai lebih aman dan lebih efisien dalam perawatan.

"Walaupun memang harganya membeli alutsista baru jauh lebih mahal, tapi dari sisi perawatan, jauh lebih efisien daripada merawat barang-barang yang sudah tua," tambahnya.

Charles Honoris menambahkan, pihaknya mendesak TNI AU mengevaluasi dan peremajaan alutsista. Kata dia, DPR siap menaikkan anggaran TNI hingga 10 triliun rupiah tahun depan.

Pesawat Hercules C-130 bermesin empat turboprop sayap tinggi (high wings) ini diminati berbagai negara karena mampu mendarat dan lepas landas dari runway yang pendek. Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai Pesawat Hercules terbanyak.

Pesawat buatan Lockheed-Martin, Amerika Serikat, ini mempunyai daya angkut lebih besar serta kemampuan beroperasi lebih baik dan berkapasitas 92 orang dan lima awak kabin. Pesawat ini banyak digunakan sebagai pengangkut tentara, namun saat ini digunakan untuk berbagai peran karena mempunyai daya angkut 20 ribu kilogram.



Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik