Tak Layak Dikonsumsi, Ratusan Keluarga di Bondowoso Kembalikan Raskin

“Kami berharap Bulog jangan begitu. Kalau mereka bisa makan beras enak, warga juga berhak untuk makan beras yang enak”

, BERITA , NUSANTARA

Selasa, 21 Jun 2016 22:32 WIB

Author

Friska Kalia

Tak Layak Dikonsumsi, Ratusan Keluarga di Bondowoso Kembalikan Raskin

Ilustrasi: Raskin tak layak konsumsi di Bogor. (Foto: KBR/Rafik M.)

KBR, Bondowoso– Ratusan   keluarga di Desa Ardisaeng, Kecamatan Pakem, Bondowoso, Jawa Timur, mengembalikan 8 ton raskin kepada Bulog Sub Divre Bondowoso. Raskin dikembalikan lantaran beras yang diterima tak layak untuk dikonsumsi.

Kepala Desa Ardisaeng, Su’udi mengatakan, 70% beras yang diterima masyarakat dalam kondisi hancur. Padahal, 8 ton beras tersebut sedianya akan dibagikan kepada 388 kepala keluarga.

“Ada 8 ton yang dialokasikan untuk 388 kepala keluarga. Berasnya tidak layak konsumsi, warnanya kemerahan dan 70% hancur. Sudah sering saya sampaikan ke Bulog, hanya 1 kali yang berasnya bagus,” kata Kepala Desa Ardisaeng, Su’udi  saat dihubungi KBR, Selasa (21/6/2016).

Menurut Su’udi, pihaknya sudah mengembalikan 8 ton beras tersebut kepada Bulog. Warga juga menolak beras kiriman yang datang dengan kondisi yang tidak baik. Meski begitu, belum ada keterangan kapan beras pengganti akan datang.

“Kami berharap Bulog jangan begitu. Kalau mereka bisa makan beras enak, warga juga berhak untuk makan beras yang enak,” ujarnya.

Su’udi berharap Bulog segera mengganti beras yang sudah dikembalikan oleh warga. Hal ini mengingat banyak masyarakat yang membutuhkan jelang Hari Raya Idul Fitri. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan