Solo Dinyatakan Berstatus Darurat Banjir

"Darurat tiga hari. Kalau masih darurat ya kita perpanjang jadi tujuh hari," kata Walikota Solo Hadi Rudyatmo.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 20 Jun 2016 14:45 WIB

Author

Yudha Satriawan

Solo Dinyatakan Berstatus Darurat Banjir

Warga berkerumun menyaksikan permukiman mereka diterjang banjir di Kampung Sewu, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Minggu (19/6). Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo setelah kawasan Solo dig

KBR Solo - Pemerintah Kota Solo Jawa Tengah menetapkan wilayah itu dalam kondisi darurat banjir.

Walikota Solo Hadi Rudyatmo mengatakan status darurat banjir diberlakukan selama tiga hari mulai hari ini, sambil melihat kondisi cuaca dan masyarakat korban banjir di lapangan.

"Solo saya tetapkan dalam kondisi darurat banjir. Saya sudah melihat kondisi di lapangan. Jangka waktu kondisi darurat ada tiga hari, tujuh hari, dan 15 hari. Kita mulai tiga hari ini dulu. Kalau masih darurat ya kita perpanjang jadi tujuh hari," kata Walikota Solo Hadi Rudyatmo di Solo, Senin (20/6/2016).

"Kita lihat situasi dan kondisi dulu, juga cuaca. Kalau nanti sore banjir lagi, ya kita perpanjang masa darurat banjir ini," lanjut Hadi Rudyatmo.

Sungai bengawan Solo dan sejumlah anak sungainya meluap dan merendam pemukiman warga di Solo. Hujan deras selama hampir enam jam pada Sabtu (18/6/2016) malam lalu membuat ketinggian air sungai terus bertambah dan meluber ke pemukiman.

Pemerintah Kota Solo mencatat ada seribu keluarga menjadi korban banjir. Ketinggian air mencapai satu setengah meter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menyebut daerah Solo termasuk paling parah diantara belasan kabupaten kota di Jawa Tengah yang dilanda banjir.

Mayoritas korban banjir di Solo adalah warga yang tinggal di bantaran sungai. Saat ini banjir telah surut dan warga mulai membersihkan rumahnya dari sisa banjir.

Sebanyak 16 kabupaten kota di Jawa Tengah dilanda banjir dan longsor pada Sabtu (18/6/2016) dan Minggu. Banjir dan longsor menewaskan lebih dari 40 orang.

(Baca: Korban Banjir dan Longsor Jateng Bertambah)

Pekan lalu, otoritas pemantau cuaca BMKG sudah memperingatkan akan potensi hujan lebat di 20 provinsi, termasuk di Jawa Tengah.

(Baca: Waspada, Tiga Hari Ke Depan Hujan Lebat di 20 Provinsi)

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Ratusan WNI ABK Kapal World Dream Tiba di Sebaru