Musrenbangnas 2021, Presiden Minta Tingkatkan Pemanfaatan Edu-Tech dan Health-Tech

Jokowi berpandangan, dalam pelayanan pemerintahan, pelayanan pendidikan dan bisnis retail yang saat pandemi ini tidak bisa secara luring, maka perubahan ke instrumen daring dianggap amat diperlukan.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 04 Mei 2021 12:30 WIB

Author

Muthia Kusuma

Musrenbangnas 2021, Presiden Minta Tingkatkan Pemanfaatan Edu-Tech dan Health-Tech

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Musrenbangnas 2021 di Jakarta, pada Selasa (4/5/2021). (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mendorong pemanfaatan maksimal perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Pemanfaatan itu dianggap penting terlebih imbas dari pandemi Covid-19 yang mengubah perencanaan pembangunan negara ini. Jokowi berpandangan, dalam pelayanan pemerintahan, pelayanan pendidikan dan bisnis retail yang saat pandemi ini tidak bisa secara luring, maka perubahan ke instrumen daring dianggap amat diperlukan. Kepala Negara juga menegaskan kecepatan teknologi dibutuhkan juga guna keperluan obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan.

"Kita juga harus mengantisipasi teknologi di dunia kesehatan, ini juga hati-hati di dunia kesehatan. Heatlh tech akan semakin berkembangkan demikian pesatnya lebih dari pemeriksaan atau konsultasi medis jarak jauh tapi juga pemanfaatan articifial intelligence untuk diagnosis, untuk pelaksanaan pengobatan, untuk precision medicine hingga tindakan operasi jarak jauh segera ini bisa dilakukan di manapun," ungkap Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021 secara daring di kanal YouTube Bappenas RI, Selasa (4/5/2021).

Presiden Joko Widodo menambahkan, pandemi juga menuntut pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan. Semisal akselerasi mempercepat pelaksanaan edu-tech guna menunjang kebutuhan pembelajaran jarak jauh. Jokowi memaparkan pemanfaatan teknologi di layanan pendidikan berbasis daring kian marak. Lalu akses pembelajaran yang lebih mudah diperoleh dari berbagai sumber, sehingga peran guru dan sekolah lebih condong sebagai fasilitator pendidikan untuk memfasilitasi merdeka belajar dari anak didiknya.

"Inilah perkembangan-perkembangan cepat yang perencanaan harus mengantisipasi semua itu. Harus responsif terhadap disrupsi yang membuat dunia berubah sangat cepat, harus responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul sangat cepat, tidak kita duga, harus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kembalinya ke sini," kata Jokowi.

Lebih jauh Jokowi menjelaskan, belanja teknologi diperlukan sebagai belanja investasi. Dia pun menekankan pemanfaatan oleh publik harus diutamakan, juga manfaat bagi negara. Meskipun begitu, Jokowi menegaskan bahwa efesiensi juga perlu diperhitungkan, lalu kontribusinya untuk perkembangan teknologi di dalam negeri, serta return of investment-nya sehingga bisa terus berkelanjutan.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kiat Menjalani Isolasi Mandiri bagi Remaja Terinfeksi COVID-19

Bantu Sesama di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Demi Oksigen Somasi Dilayangkan