Asosiasi Fakultas Kedokteran Siap Teliti Meninggalnya Petugas Pemilu

"Nanti proposalnya ini harus disetujui dulu oleh Komite Etik. "

NASIONAL

Kamis, 09 Mei 2019 08:13 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Asosiasi Fakultas Kedokteran Siap Teliti Meninggalnya Petugas Pemilu

Tim Dokter Kesehatan (Dokkes) Polres Lhokseumawe memeriksa petugas Pemilu 2019 di kantor Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (24/4/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Asosiasi Fakultas Kedokteran   bakal meneliti ihwal kematian petugas dalam Pemilu serentak tahun ini. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam   mengatakan,   bersama anggota Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) akan terjun ke masing-masing daerah untuk melakukan penelitian tersebut.

AIPKI terdiri dari 87 fakultas kedokteran di seluruh Tanah Air.

"Jadi kami akan melakukan penelitian ini berdasarkan suatu penelitian ilmiah, kemudian nanti proposalnya ini harus disetujui dulu oleh Komite Etik. Selanjutnya setelah disetujui tentu kita akan melakukan penelitian tersebut dengan melibatkan teman-teman yang ada di daerah yang menjadi anggota Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia," ujar Dekan FKUI Ari Fahrial Syam, saat mengunjungi KPU, Rabu (08/05/19) petang.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam menambahkan, penelitian ini nantinya akan mencari tahu mengenai faktor risiko indivdu dan risiko pekerjaan selama gelaran Pemilu 2019. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Ari Fahrial Syam dengan   KPU pada 29 April lalu. 

Sebelumnya sebanyak 440 petugas meninggal sementara 3.668 lainnya jatuh sakit.  KPU memberikan  santunan  sebesar Rp36 juta bagi yang meninggal. Sementara untuk cacat  sebesar Rp30 juta, luka berat  Rp16,5 juta, dan  sedang  Rp8,25 juta.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah