Share This

Pesan Jokowi ke Parpol Memasuki Tahun Politik

Jokowi merasa, belakangan ini kebanyakan yang dialamatkan ke pemerintah bukan berupa kritik melainkan hujatan atau cemooh.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 15 Mei 2018 07:49 WIB

Presiden Joko Widodo saat Pembukaan Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pusat dan Daerah Tahun 2018 di Jakarta, Senin (14/5). (Foto:ANTARA/ Puspa P)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan peran partai politik untuk turut menghentikan pelbagai penyebaran kabar bohong di tengah masyarakat. Pesan ini disampaikan Jokowi lantaran memasuki tahun politik Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Menurut Jokowi, saat ini banyak Parpol justru melupakan tugas untuk memberikan pendidikan politik ke masyarakat. Padahal, kata dia Parpol mesti ambil bagian untuk menghentikan pelbagai ujaran kebencian yang bermunculan karena misalnya, berbeda pilihan politik.

"Coba lihat di media sosial, bertahun tahun kita bawa, saling mencemooh, saling menyampaikan ujaran kebencian, saling menyampaikan ujaran kedengkian. Apakah ini mau kita terus-teruskan?" kata Jokowi usai menghadiri kongres Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Jokowi yakin, penerapan pendidikan politik oleh Parpol bakal menciptakan masyarakat yang bijak dalam menyikapi setiap perbedaan pandang. Utamanya soal pilihan politik. Selanjutnya, Parpol juga wajib membangun kebiasaan mendasari kritik dengan argumentasi yang kokoh.

"Partai politik memiliki kewajiban untuk men-stop ini (ujaran kebencian), memberikan pembelajaran yang baik untuk masyarakat. Kami juga tidak anti-kritik. Pemerintah tidak anti-kritik. Tetapi kalau ingin mengkritik, berikan solusinya."

Kata Jokowi, masyarakat juga Parpol harus bisa membedakan antara kritik dengan cemooh belaka. Kata dia, pemerintah tak anti terhadap kritik, termasuk dari kelompok oposisi. Namun Jokowi merasa, belakangan ini kebanyakan yang dialamatkan ke pemerintah bukan berupa kritik melainkan hujatan atau cemooh. Menurutnya, kritik yang baik selalu dibarengi dengan solusi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.