Share This

Pemindahan Napi Teroris, Kunjungan ke Lapas di Nusakambangan Ditutup

Lapas Nusakambangan membentuk tim pengamanan khusus untuk mengamankan tiga lapas.

BERITA , NUSANTARA

Minggu, 13 Mei 2018 17:45 WIB

Rombongan bus yang mengangkut napi teroris Mako Brimob, memasuki dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/5). Foto: ANTARA

KBR, Cilacap – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM menutup sementara kunjungan ke seluruh lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan. Ini menyusul dipindahkannya 150-an narapidana terorisme ke tiga lapas ke pulau ini yakni Lapas Pasir Putih, Lapas Batu, dan Lapas Besi.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen) PAS, Sri Puguh Budi Utami, mengatakan pihak Lapas Nusakambangan membentuk tim pengamanan khusus, Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban (Satgas Kamtib) untuk mengamankan tiga lapas tersebut. Tim internal Ditjen PAS itu dibantu oleh tim gabungan yang terdiri dari Densus 88, Brimob, dan TNI.

Sri juga menjelaskan, di dua lapas yaitu Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu masing-masing napi teroris akan ditempatkan di satu kamar. Adapun di Lapas Besi, napi teroris ditempatkan seperti biasa. Tapi, meski ditempatkan tak terpisah, Standar Operasional Prosedur perlakuan dan pengamanannya tetap berbeda dengan napi biasa.

Ia pun menerangkan, sampai beberapa hari ke depan kajian penempatan napi teroris masih berlangsung. Sementara, hingga saat ini jumlah pasti napi teroris yang didatangkan dari Mako Brimob di tiap-tiap lapas belum bisa dipastikan.

“Kita belum bisa memastikan, karena sedang bergerak. Pengamanan yang pasti tetap bekerjasama dengan Densus 88, TNI, dan dibantu Brimob," kata Sri Puguh Budi Utami, Sabtu (12/5/18).

"Mereka (napi teroris) berada di sini. Dijaga dengan ketat dan kami minta kepada jajaran lapas, tidak sembarangan orang bisa masuk terlebih dahulu. Kami khwatir,” lanjut Sri. 

Dirjen PAS juga mengemukakan, napi teroris yang dipindah dari Mako Brimob ke Lapas Nusakambangan memiliki beberapa kriteria. Yaitu secara ideologi masih sulit diubah dan berkemampuan memengaruhi orang lain.

Editor: Quinawaty 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.