KNKT: 70 persen Lebih Kecelakaan Mudik Akibat Human Error

BERITA | NASIONAL

Senin, 23 Mei 2016 13:51 WIB

Author

Iriene Natalia

KNKT: 70 persen Lebih Kecelakaan Mudik Akibat Human Error

Ilustrasi. Foto: KBR/Muji Lestari

KBR, Jakarta- Kementerian Perhubungan mencatat jumlah kecelakaan pada arus mudik lebaran tahun 2015 mencapai 3.049 kejadian dengan korban meninggal 657 jiwa. Jumlah ini menurun 21,5% dibandingkan angka kecelakaan tahun 2014 yang mencapai 3.888 kasus.

Meski angka kecelakaan cenderung menurun tiap tahun, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut sepanjang 2007 hingga 2015, faktor human error menyumbang lebih 70 persen kecelakaan lalu lintas dari hampir seluruh moda transportasi.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak demi kelancaran mudik lebaran tahun ini.  Semisal, perbaikan fasilitas rest area oleh para pengelolanya. "Hal sepele misalnya toilet. Agar ditambah jumlahnya, jangan sampai untuk buang air kecil saja harus tunggu 1,5 jam," ujar Soerjanto dalam perbincangan Ruang Publik, Senin (23/3/2016). 

Sementara, menurut Investigator Human Factor KNKT, Ucu Anggraeni, beberapa hal harus diperhatikan sebelum mudik demi keselamatan bersama. Antara lain, kesiapan fisik pengendara, kemudian perhitungan jarak tempuh, dan waktu istirahat. "Jika jarak terlalu jauh, harus siapkan supir pengganti", ujarnya.

Lanjut Ucu, khusus untuk pemudik kendaraan roda dua, tahun ini Kementerian Perhubungan membuka program "Ayo Mudik Gratis". Masyarakat bisa mendaftarkan kendaraan bermotornya untuk diangkut dengan bus dan kereta api. Untuk pemudik bus masih bisa mendaftar karena sudah dibuka sejak 13 Mei hingga 12 Juni 2016. Sementara untuk pemudik kereta api sudah dibuka sejak 8 Maret hingga 6 Juni 2016.

Selain Kementerian Perhubungan sebagai pemegang peranan penting dalam mudik lebaran mendatang, Badan SAR Nasional (Basarnas) juga turut serta dalam upaya keselamatan pemudik. Persiapan personil dari tingkat pusat hingga daerah dimaksimalkan. 

Menurut Kasubdit Siaga dan Latihan Basarnas, Rusdiansyah, ada 64 pos yang tersebar di titik-titik rawan kecelakaan. "Personil disebar, apa itu di pelabuhan, bandar udara, khusus untuk di pusat (personil) disebar di jalan-jalan tol, termasuk juga mobile," ujar Rusdiansyah. 

Untuk panggilan darurat Basarnas, masyarakat bisa menghubungi nomor telpon bebas pulsa 115. 

Kementerian Perhubungan menetapkan masa angkutan lebaran tahun 2016 mulai 24 Juni sampai 17 Juli 2016 untuk moda darat, udara, dan perkeretaapian. Sementara untuk moda laut akan berlangsung mulai tanggal 18 Juni sampai dengan 24 Juli 2016. 

Tahun ini, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pengguna angkutan lebaran meningkat dari 2015 lalu, yakni mencapai 19.965.945 orang. Pada 2015 jumlah real pengguna angkutan umum saat mudik lebaran mencapai 19.344.429 orang.



Editor: Malika


Simak Ruang Publik Senin sampai Jumat mulai pukul 9 WIB melalui radio-radio jaringan KBR di kota Anda, streaming www.kbr.id dan zeemi.tv

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17