Bikin Simposium Tandingan, Purnawirawan Minta Sokongan Tommy Soeharto

Kata bekas Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Kiki Syahnakri, simposium kemarin berpihak pada komunis. Pemerintah, menurutnya, justru membuat masalah baru.

, BERITA , NASIONAL

Jumat, 13 Mei 2016 15:46 WIB

Author

Ria Apriyani

Bikin Simposium Tandingan, Purnawirawan Minta Sokongan Tommy Soeharto

Simposium 65. Foto: KBR/Ria

KBR, Jakarta- Persatuan purnawirawan TNI dan sejumlah organisasi kemasyarakatan berencana menggelar simposium tandingan untuk membahas tragedi 65/66. Kata bekas Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Kiki Syahnakri, simposium kemarin berpihak pada komunis. Pemerintah, menurutnya, justru membuat masalah baru.

"Makanya itu sampai ada katanya mau bongkar kuburan segala macam. Muncul suara kalau begitu bongkar saja kuburan korbannya PKI. Ini bisa menimbulkan pertumpahan darah. Makanya kita harapkan simposium nanti akan mencegah itu,"ujar dia, Jumat(13/5/2016).

Kiki mengklaim Kemenhan sudah mengetahui rencana ini. Menurutnya juga, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mendukung rencana ini.

Hambatan mereka saat ini, kata Ketua Gerakan Bela Negara, Budi Sudjana, adalah biaya. Untuk itu mereka berencana meminta sokongan dari Pontjo Sutowo dan Tommy Soeharto. Pertemuan yang diselenggarakan di Balai Kartini hari ini pun, berlangsung atas dukungan Pontjo Sutowo.

Simposium di Hotel Aryaduta April kemarin dianggap tidak berimbang oleh para bekas TNI. Menurut Kiki kepanitian tidak berasal dari kedua belah pihak. Ia baru diundang seminggu sebelum penyelenggaraan. Ini yang menjadi alasannya menggugat keberimbangan simposium kemarin.

Keinginan ini kata dia sudah disampaikan ke Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan maupun Ketua Pengarah Simposium Agus Wijojo.

"Luhut sudah bilang silakan dibicarakan. Tapi Agus Wijojo ini bilang tidak bisa."

Para purnawirawan dan ormas yang anti komunisme menolak rencana pemerintah menggali kuburan massal korban 65/66. Menurut Kiki ini akan menimbulkan konflik. Namun ia enggan merinci lebih jauh alasan penolakannya.

Hari ini, para purnawirawan TNI, Front Komunikasi Putra-Putri TNI, dan beberapa organisasi masyarakat yang anti komunisme menggelar pertemuan di Balai Kartini. Mereka mengatakan pemerintah terlalu memfasilitasi komunis. Mereka bahkan menuding pemerintahan Jokowi sudah mencoreng nilai Pancasila. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak