Antisipasi Penyebaran Komunis, Kapolri Kumpulkan Anak Buah

"Kalau polisi tidak menyikapi dikhawatirkan masyarakat akan main hakim sendiri," kata Badrodin Haiti.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Mei 2016 12:19 WIB

Author

Gilang Ramadhan

Antisipasi Penyebaran Komunis, Kapolri Kumpulkan Anak Buah

Kapolri Badrodin Haiti. (Foto: setkab.go.id)

KBR, Jakarta - Kapolri Badrodin Haiti mengumpulkan seluruh pejabat Polri di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Pertemuan itu bertajuk Diskusi Kelompok (FGD) tentang pelarangan penyebaran atau pengembangan ajaran Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Badrodin mengatakan, FGD ini untuk penguatan di tubuh Kepolisian tentang penegakan hukum pelarangan komunisme.

"Ini kan sudah muncul beberapa fenomena. Baik penggunaan atribut, diskusi, perkumpulan, yang bertema komunisme," kata Badrodin di Auditorium PTIK, Kamis.

Badrodin berdalih penangkapan orang yang menggunakan atribut palu arit, penyitaan atribut dan buku-buku terkait komunisme sudah sesuai aturan hukum.

Menurut Kapolri penindakan itu dilakukan agar masyarakat tidak kebablasan dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu.

"Ini (penyebaran komunisme) kalau dibiarkan menimbulkan reaksi dari masyarakat. Kalau polisi tidak menyikapi dikhawatirkan masyarakat akan main hakim sendiri," tambahnya.

Menurut Badrodin, isu komunisme tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Oleh karena itu, kepolisian dan instrumen hukum lainnya akan terus melakukan penegakan hukum terkait larangan penyebaran atau pengembangan ajaran Komunisme, Marxisme dan Leninisme ini.

Ia mengatakan, hal ini merupakan amanat Undang-undang dan aturan hukum yang ada.

Pekan ini Kapolri Badrodin Haiti mengklaim mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk menindak aktivitas yang terkait atau diduga terkait komunisme PKI. Termasuk di dalamnya penggunaan atribut identitas PKI.

"Beliau (Presiden) sudah memberi arahan jelas," kata Badrodin pada Selasa (10/5/2016) di Istana Negara.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Muslimah Bercadar Kikis Stigma (Bag 1)

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Jaminan Kebebasan Warga, Apapun Agamanya

Kabar Baru Jam 10