Tiongkok akan Investasi 13 Triliun di Bali

Untuk sektor infrastruktur jalan dan air.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 08 Mei 2015 13:54 WIB

Author

Yulius Martony

Kepala  BPMD Provinsi Bali, IBM. Parwata

Kepala BPMD Provinsi Bali, IBM. Parwata

KBR, Denpasar - Tiongkok berencana berinvestasi sebesar Rp 13 triliun di Bali. Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Bali, IBM Parwata mengatakan Tiongkok lebih memilih berinvestasi pada sektor infrastruktur karena dinilai lebih menguntungkan.

Ini disampaikan IBM.Parwata dalam seminar promosi investasi wilayah, Konjen RRT di Denpasar. Namun ia mengatakan ada banyak kejadian di mana investor mengundurkan diri karena minimnya infrastruktur penunjang.

"Itu berpengaruh terhadap minat investor yang lain nanti. Sebab sekarang investor lebih memilih infrastruktur yang bagus dari pada insentif yang diberikan. Dalam undang-undang, bagi investor yang ingin berinvestasi akan mendapatkan insentif. Mereka lebih tertarik dengan infrastruktur yang lebih siap."

Besar rencana investasi realisasi sekitar 13% saja karena perhitungan investor Tiongkok yang tinggi.

Seminar peluang investasi di wilayah timur ini juga diikuti wakil dari pemerintah Tiongkok dan gubenur NTB dan NTT.

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme