Jokowi: Realisasi Belanja Per Mei Lebih Tinggi Dibanding 2014

"Semoga ini bisa memicu pertumbuah ekonomi pada kuartal II dan berikutnya"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Mei 2015 11:17 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Jokowi: Realisasi Belanja Per Mei Lebih Tinggi Dibanding 2014

KBR, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengklaim realisasi anggaran belanja sejak awal tahun hingga 15 Mei 2015 lebih tinggi dibanding tahun lalu. Hal itu ia sampaikan dalam pengantar sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta. Kesimpulan ini ia dapat setelah rapat bersama menteri keuangan tadi malam untuk membahas realisasi pencairan dan penggunaan anggaran.

“Saya ingin memberikan tekanan untuk realisasi belanja. Pada hari ini setelah mendapatkan laporan terutama untuk realisasi belanja 15 kementerian dan lembaga yang terbesar sampai 15 Mei,” kata Jokowi dalam pengantara sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Selasa (19/5/2015).

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2014 ini sudah di atasnya dan semoga ini nanti bisa memicu pertumbuah ekonomi pada kuartal II dan tentu saja pada kuartal-kuartal yang berikutnya,” lanjutnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menyebut hingga Maret 2015 (kuartal pertama), realisasi belanja baru 18,5 persen dari pagu belanja negara di APBN-P 2015. Realisasi tersebut didominasi belanja rutin seperti membayar gaji pegawai dan dana transfer ke daerah.

Sementara untuk belanja infrastruktur masih minim. Namun Sofyan yakin pertumbuhan ekonomi akan membaik pada paruh kedua 2015. Ini lantaran belanja pemerintah akan meningkat karena pencairan anggaran sudah mulai dilakukan pada awal April.


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)