Menhukham Minta 2 Triliun untuk Bangun Penjara Baru

"Misalnya di Lapas Medan terdapat 3500 napi. Padahal kapasitasnya hanya 1000."

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Apr 2016 21:28 WIB

Author

Ria Apriyani

Menhukham Minta 2 Triliun  untuk Bangun Penjara Baru

Ilustrasi: Petugas gabungan TNI dan POLRI mengevakuasi tahanan saat kebakaran yang dipicu aksi tawuran dan tembak menembak antar napi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Malabero Kota Bengku

KBR, Jakarta- Kementerian Hukum dan HAM meminta suntikan anggaran sebesar Rp.  2 triliun untuk membangun tambahan penjara. Menkumham Yasonna Laoly mengatakan jumlah narapidana saat ini sudah melampaui kapasitas penjara.

kata dia, sampai April 2016 saja, jumlah narapidana menurut data Kemenkumham mencapai 184.000. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Permasyarakatan, hanya 7 wilayah di Indonesia yang tidak mengalami kelebihan kapasitas tahanan.

"Kemarin kami ajukan 2 T untuk sementara. Dalam rapat dengan Presiden, rapat paripurna kabinet kami kan meminta urgensi. Kita minta Presiden, Menteri Keuangan kan mengajukan 1,6. Kelihatannya ini harus multiyears," kata Menkumham Yasonna Laoly, Senin,(11/4/2016).

Ia melanjutkan, "Misalnya di Lapas Medan terdapat 3500 napi. Padahal kapasitasnya hanya 1000."

Pada rapat kerja dengan Komisi Hukum itu, Yasonna juga mengeluhkan tingginya biaya makan yang dikeluarkan negara untuk narapidana. Jika seorang narapidana menurutnya dijatah Rp 15.500,00 per orang sehari, maka dalam setahun penjara mengeluarkan sekira 1 triliun untuk jatah makan para narapidana.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme