KNPB: Aksi Damai Berlangsung di Lima Wilayah Besok

Aksi ini akan digelar dengan damai, sehingga tidak ada alasan bagi Polisi untuk membubarkan dan menangkap anggota KNPB yang bergabung dalam aksi tersebut

BERITA | NASIONAL

Selasa, 12 Apr 2016 13:11 WIB

Author

Quinawaty Pasaribu

KNPB: Aksi Damai Berlangsung di Lima Wilayah Besok

Dok. Victor Yeimo

KBR, Jakarta - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kembali gelar aksi penyampaian aspirasi politik untuk mendorong The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menjadi anggota negara-negara Pasifik Selatan (MSG-Melanesia Spearhead Group) pada Rabu, 13 April 2016. Aksi tersebut akan berlangsung di Jayapura, Merauke, Manokwari, Pakpak dan Sorong. Dengan menjadi anggota, maka ULMWP bersama MSG bisa mengajukan hak penentuan nasib sendiri ke PBB. Seperti yang dialami Bangsa Kanak yang akan menggelar referendum pada 2018 mendatang.

Keinginan hak menentukan nasib sendiri itu tidak lepas dari rentetan pelanggaran HAM yang dialami warga Papua selama ini. Dalam catatan Komnas HAM, setahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo diwarnai penangkapan, penganiayaan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap setidaknya 700 orang Papua.

Menurut Ketua Umum KNPB, Victor Yeimo, aksi ini akan digelar dengan damai, sehingga tidak ada alasan bagi Polisi untuk membubarkan dan menangkap anggota KNPB yang bergabung dalam aksi tersebut.

"Tidak ada alasan polisi untuk tahan, ini kan mau sampaikan secara bebas ke publik. Tetapi biasa polisi kan selalu memancing sesuatu. Kita mau demokrasi juga ada di Papua tidak lagi takut, jangan lagi dibungkam. Itu kan tidak boleh," kata Victor Yeimo pada KBR, Selasa, 12 April 2016.

Menurut Victor, surat pemberitahuan terkait aksi itu sudah dilayangkan sejak Jumat pekan lalu, 8 April 2016.

Steven Itlay Diboyong ke Jayapura

Sementara itu, petinggi KNPB, Steven Itlay yang ditahan di penjara Timika sejak ditangkap Selasa pekan lalu akan dipindahkan ke Lapas Jayapura. KNPB pun telah menunjuk pengacara dari Human Rigny Watch (HRW), Gustav Kawer untuk mendampingi Steven Itlay dan Yus Wenda.

"Saya belum tahu kondisi dia apakah dalam kondisi baik. Karena ancaman bisa saja terjadi. Sampai saat ini keluarga dilarang bertemu," ungkapnya. Pemindahan itu pun, kata dia, lantaran Polisi menganggap ada massa yang berdemo menuntut pembebasan Steven.

Penahanan Steven Itlay dan Yus Wenda dilakukan pasca digelarnya ibadah dan orasi politik di halaman Gereja GKII Golgota di Timika. Polisi kemudian menahan Steven atas tuduhan makar, sementara Yus Wenda disangka melakukan penganiayaan.


Editor: Damar Fery Ardiyan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18