covid-19

Muspika Suro Aceh Singkil Ancam Bongkar Tenda Ibadah Gereja Pakpak

Alasan camat Suro adalah demi menjaga u kelancaran pengurusan IMB gereja

BERITA | NASIONAL

Kamis, 03 Mar 2016 17:53 WIB

Author

Eli Kamilah

Muspika Suro Aceh Singkil Ancam Bongkar Tenda Ibadah Gereja Pakpak

KBR, Jakarta- Ratusan jemaat Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) menolak pembongkaran tenda jemaat di Desa Siompin, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil. Pemimpin Jemaat GKKPD Siompin, Paima Berutu meminta pemerintah Kabupaten memberikan perlindungan hukum kepada jemaatnya.

Apalagi, saat menuntut pembongkaran, tidak ada surat resmi dari manapun. Mereka beralasan jemaat tidak berhak mendirikan tenda ibadah yang tidak ada izin IMBnya.

"Ngga ada membawa surat resmi dan tidak ada perintah dari mana. Alasan camat Suro adalah demi menjaga untuk kelancaran pengurusan IMB gereja yang sudah disepakati tanggal 16 Oktober 2016," kata Paima kepada KBR, Kamis (3/3)

Paima menambahkan pasca pertemuan tadi pagi dengan camat Suro, belum ada rombongan satpol PP di lokasi gereja. Saat ini, kata Paima tenda yang menaungi 500an jemaat masih berdiri.

"Sampai sekarang belum dibongkar, belum ada yang datang dari Satpol PP dari Kabupaten," tambah dia.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil membongkar  undung-undung (gereja kecil)  Gereja Kristen Protestan Pak-pak Dairi (GKPPD) Desa Siompin pada 19 Oktober 2015. Pembongkoran buntut kerusuhan saat sekelompok orang membakar Gereja Huria Kristen Indonesia di desa Suka Makmur. Aksi pembakaran buntut protes massa yang menuding gereja dibangun tanpa izin.

Karena dibongkar Pemda, jemaat GKPDD lantas membangun tenda untuk beribadah di lokasi tersebut. Hingga pagi tadi sekitar pukul 10.00 wib   datang rombongan Muspika Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil. Mereka terdiri dari   Camat  Abdul Manaf, Kapolsek   Albela Pane, Babinkamtibmas  Jhoni Mas memerintahkan supaya jemaat membongkar tenda.  Namun jemaat menolak dan memohon pemkab memberikan   perlindungan hukum  untuk dapat beribadah dengan aman di gereja yang sekarang hanya berupa tenda.

 
Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 7